Grobogan – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan penanaman bersama dengan TNI di lokasi Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) petak 85F Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bandung, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung, pada Kamis (02/10). Kegiatan ini merupakan upaya nyata menjaga kelestarian hutan sekaligus mencegah ancaman banjir di wilayah Kabupaten Grobogan dan sekitarnya saat musim hujan.
Penanaman diikuti oleh Kepala BKPH Bandung beserta jajaran Kepala RPH dan mandor, Babinsa Bandungsari, Kepala Desa Bandungsari, anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Subur dan Tanjung Harjo Manunggal, serta tokoh masyarakat Desa Bandungsari.
Adapun jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman keras berupa buah-buahan seperti alpukat, kelengkeng, dan rambutan. Tanaman tersebut dipilih karena memiliki perakaran yang kuat untuk menahan erosi sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di masa depan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi,melalui Kepala BKPH Bandung, Sri Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Perhutani, TNI, pemerintah desa, serta masyarakat dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
“Penanaman ini tidak hanya bertujuan untuk menghijaukan kawasan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam mengurangi potensi banjir di Grobogan. Kami berharap keberadaan tanaman buah-buahan ini dapat menjadi sumber manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Sementara itu, Babinsa Desa Bandungsari, Serka Budi Mulyono, menegaskan dukungan penuh TNI terhadap program penghijauan yang diinisiasi Perhutani.
“Kami dari TNI senantiasa siap mendukung program yang berpihak pada kelestarian alam. Melalui penanaman ini, diharapkan hutan semakin lestari, air tetap terjaga, dan masyarakat terlindungi dari ancaman banjir,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Bandungsari, Ledi Haryanto, yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga hasil penanaman.
“Kami mengapresiasi langkah Perhutani dan TNI yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan ini. Kami yakin, dengan gotong royong dan kepedulian bersama, desa kami akan lebih aman dari banjir sekaligus mendapatkan manfaat dari hasil tanaman buah di masa mendatang,” kata Ledi.
Kegiatan penanaman bersama ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian hutan. Dengan sinergi yang baik, diharapkan kawasan hutan di Grobogan dapat tetap lestari, memberikan manfaat ekologis, sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi saat musim penghujan. (Mj-A)