Grobogan – Dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan memastikan kegiatan kehutanan berlangsung secara aman dan ramah lingkungan, Perum Perhutani melalui BKPH Tumpuk, KPH Purwodadi melaksanakan sosialisasi penggunaan bahan beracun dan berbahaya (B3) kepada para Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) di wilayah kerja RPH Teges, pada Selasa (07/10).
Kegiatan ini diikuti oleh LMDH Sumber Jati Mulyo, LMDH Wana Tirta, KTH, dan sejumlah pesanggem yang mengelola lahan hutan di petak 116A, 117C, dan 105B-2 RPH Teges, BKPH Tumpuk. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKPH Tumpuk dan jajaran.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, melalui Kepala BKPH Tumpuk, Aries Supriyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat hutan terhadap bahaya penggunaan B3 yang tidak sesuai aturan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh kegiatan di lapangan, baik penyemprotan, pemupukan, maupun pengendalian hama, dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan. Penggunaan bahan beracun dan berbahaya harus dikendalikan agar tidak merusak ekosistem hutan, sumber air, maupun kesehatan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan hutan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada prinsip keberlanjutan dan konservasi lingkungan. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan hutan harus memahami risiko serta tata cara penggunaan B3 dengan benar.
Sementara itu, Ketua LMDH Sumber Jati Mulyo, Yana, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perhutani dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat hutan.
“Sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Kadang petani hutan tidak menyadari bahwa bahan yang digunakan untuk mengendalikan hama bisa berbahaya bila salah pakai. Dengan pembekalan ini, kami jadi tahu cara penyimpanan, penggunaan, dan pembuangannya yang aman. Kami mendukung upaya Perhutani menjaga hutan tetap lestari,” katanya.
Ketua LMDH juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan Perhutani dalam menciptakan pengelolaan hutan yang produktif sekaligus ramah lingkungan.
Salah satu pesanggem peserta kegiatan, Paryono, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Selama ini kami hanya tahu cara pakai pestisida dari pengalaman. Tapi setelah dijelaskan, ternyata ada banyak hal yang perlu diperhatikan supaya tidak mencemari tanah dan air di sekitar hutan. Kami akan lebih hati-hati ke depannya”. ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan hutan dapat lebih bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan dari setiap aktivitasnya. Sosialisasi penggunaan B3 ini juga menjadi bagian dari program penguatan kapasitas masyarakat desa hutan, agar pengelolaan hutan di wilayah Purwodadi dapat berjalan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Perhutani berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kesadaran lingkungan dan keselamatan kerja di setiap unit kerja, demi mewujudkan hutan yang produktif, lestari, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi mendatang. (Mj-A)