Grobogan – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah potensi banjir di musim penghujan, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung melaksanakan kegiatan pembersihan sungai dan perbaikan saluran irigasi desa di wilayah Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, pada Selasa (07/10).
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran BKPH Bandung bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tanjungharjo Manunggal, serta masyarakat sekitar hutan di Dukuh Sepreh. Sasaran kegiatan meliputi pembersihan sungai yang mengalir dari kawasan hutan petak 80 RPH Sepreh menuju wilayah pemukiman warga, serta perbaikan saluran irigasi yang selama ini mengalami pendangkalan dan kerusakan akibat aliran air yang tidak lancar.
Melalui kegiatan gotong royong ini, masyarakat bersama Perhutani membersihkan sampah, ranting pohon, serta lumpur di sepanjang aliran sungai, sekaligus memperbaiki tanggul dan jalur irigasi yang tersumbat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga fungsi ekologis hutan, sungai, dan lahan pertanian yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar hutan.
Administratur KPH Purwodadi, melalui Kepala BKPH Bandung, Sri Purwanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi antara Perhutani dan masyarakat untuk mencegah bencana banjir dan kekeringan.
“Kami terus mendorong kolaborasi lintas pihak untuk menjaga ekosistem hutan dan lingkungan sekitar. Kegiatan pembersihan sungai dan perbaikan saluran irigasi ini menjadi langkah konkret agar aliran air dari kawasan hutan tetap lancar, mengurangi risiko banjir di musim hujan, dan memastikan air tetap tersedia bagi lahan pertanian saat musim kemarau. Ini bukti bahwa kelestarian hutan juga berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ketua LMDH Tanjungharjo Manunggal, Suhari, menambahkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil pertanian.
“Kami berterima kasih kepada Perhutani yang selalu melibatkan masyarakat dalam kegiatan nyata seperti ini. Selain membersihkan sungai, kami juga memperbaiki saluran irigasi agar air bisa mengalir dengan lancar ke sawah warga. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya untuk mencegah banjir, tetapi juga mendukung produktivitas pertanian masyarakat,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat Desa Tanjungharjo, Mulyono, yang menilai kegiatan tersebut membawa dampak positif langsung bagi warga.
“Sungai di Dukuh Sepreh ini sering meluap saat hujan deras karena banyak endapan dan sampah. Sekarang sudah dibersihkan dan irigasinya diperbaiki, kami merasa lebih aman. Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan, karena selain mencegah banjir juga membuat pertanian lebih lancar,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memperkuat sinergi antara Perhutani, LMDH, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan serta menjaga keseimbangan tata air. Dengan hutan yang terjaga dan aliran sungai yang bersih, diharapkan risiko banjir dapat ditekan dan ketahanan air bagi masyarakat tetap terjamin. Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian hutan, mencegah bencana alam, dan mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari serta berkelanjutan di Kabupaten Grobogan. (Mj-A)