Grobogan – Perhutani KPH Purwodadi melalui jajaran BKPH Pojok bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Batur Wana Makmur melaksanakan kegiatan patroli keamanan hutan sekaligus pengamatan satwa liar (survey biodiversity) di Kawasan perlindungan Hutan Alam Sekunder (HAS) wilayah kerja BKPH Pojok pada Rabu (29/10). Kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan serta memastikan keamanan kawasan dari potensi gangguan.
Patroli dilakukan dengan menyusuri kawasan hutan yang menjadi habitat berbagai satwa liar. Selain menjaga keamanan dan mencegah terjadinya pelanggaran terhadap kawasan hutan, kegiatan ini juga difokuskan pada pemantauan keanekaragaman hayati yang ada. Melalui kegiatan tersebut, tim gabungan mencatat keberadaan 21 jenis kelompok aves (burung), 13 jenis mamalia, serta 5 jenis herpetofauna (reptil dan amfibi).
Menariknya, hasil pengamatan langsung di lapangan menunjukkan adanya berbagai jenis burung seperti burung kutilang, prenjak, pipit, tekukur, cinenen, trucuk, dan sepah yang masih banyak dijumpai di kawasan hutan BKPH Pojok. Dalam kegiatan tersebut, tim juga berhasil menemukan keberadaan satwa endemik merak (Pavo muticus) yang menjadi salah satu indikator penting kesehatan ekosistem hutan. Sementara itu, berdasarkan hasil survey biodiversitas dari jejak yang ditemukan serta informasi masyarakat sekitar, teridentifikasi pula keberadaan satwa lain seperti kijang, kucing kuwuk, bangau sendang lawe, dan elang ular bido. Keberadaan berbagai jenis satwa ini menjadi indikator positif bahwa ekosistem hutan BKPH Pojok masih terjaga dan mampu mendukung kehidupan berbagai spesies liar di dalamnya.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan patroli yang diintegrasikan dengan survey keanekaragaman hayati merupakan langkah penting dalam menjaga fungsi ekologis hutan.
“Kami terus berkomitmen untuk menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus melestarikan keanekaragaman hayatinya. Pemantauan biodiversitas ini membantu kami mengetahui kondisi populasi flora dan fauna sehingga langkah konservasi bisa dilakukan lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPH Pojok, Bambang Riyantono, menambahkan bahwa sinergi antara Perhutani dan LMDH menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut.
“Kolaborasi dengan LMDH sangat penting. Selain membantu pengawasan lapangan, masyarakat juga turut serta mengenali dan melindungi satwa yang hidup di sekitar mereka. Hal ini menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap kelestarian alam,” tuturnya.
Ketua LMDH Batur Wana Makmur, Djarmo, menyampaikan bahwa masyarakat desa hutan siap mendukung kegiatan serupa secara berkelanjutan.
“Kami merasa bangga bisa terlibat langsung dalam kegiatan patroli dan pengamatan satwa. Ini bukan hanya soal menjaga hutan, tapi juga menjaga warisan alam untuk anak cucu kita,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di wilayah BKPH Pojok dapat terus berjalan dengan baik. Sinergi antara Perhutani dan masyarakat menjadi fondasi kuat bagi terciptanya hutan yang lestari, aman, dan produktif untuk keberlanjutan lingkungan. (Mj-A)
Editor : Aris