Grobogan – Perum Perhutani KPH Purwodadi kembali memperlihatkan komitmennya sebagai institusi kehutanan yang tidak hanya bekerja mengelola hutan, tetapi juga hadir sebagai mitra yang peduli pada masyarakat. Hal ini tampak saat jajaran BKPH Jatipohon melakukan kunjungan kemanusiaan kepada Ranu (56), pesanggem dari petak 85A RPH Jangglengan, yang mengalami kecelakaan di rumahnya, pada Sabtu (15/11)
Ranu terpeleset saat membersihkan halaman rumah dan mengalami retak pada bagian kaki. Kondisi ini membuatnya tidak dapat mengikuti kegiatan penanaman tanaman rutin tahun 2025 yang saat ini sedang berlangsung bersama Perhutani di petak 85A. Kabar tersebut langsung mendapatkan perhatian dari jajaran BKPH Jatipohon yang kemudian mendatangi rumahnya untuk memberikan dukungan moral.
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi wujud nyata dari nilai humanis yang terus diupayakan Perhutani dalam membangun hubungan harmonis dengan para pesanggem mitra utama dalam menjaga keberlanjutan hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menegaskan bahwa keberadaan pesanggem merupakan bagian integral dari keluarga besar Perhutani.
“Pesanggem bukan hanya rekan kerja, tetapi bagian dari ekosistem sosial kita. Ketika mereka tertimpa musibah, Perhutani harus hadir. Inilah bentuk kepedulian kami, dan kami berharap Pak Ranu lekas pulih agar bisa kembali berkegiatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala RPH Jangglengan, Radik, menuturkan bahwa hubungan antara petugas lapangan dan pesanggem dibangun melalui interaksi yang kuat, sehingga kepedulian semacam ini muncul secara alami.
“Kami bekerja bersama setiap hari di hutan, gotong royong menanam dan menjaga tegakan. Ketika salah satu mitra kami mengalami musibah, otomatis kami tergerak untuk hadir. Semoga kehadiran kami memberi semangat bagi Pak Ranu,” tuturnya.
Di sisi lain, Ranu merasa terharu karena mendapat perhatian langsung dari jajaran Perhutani.
“Saya benar-benar tidak menyangka bapak-bapak dari Perhutani datang menjenguk saya. Terima kasih atas perhatian ini. Semoga saya cepat sembuh dan bisa kembali membantu kegiatan di hutan,” ungkapnya.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa Perhutani tidak hanya membangun hutan, tetapi juga membangun hubungan kemanusiaan. Melalui sentuhan humanis ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat sekitar hutan semakin kuat, sehingga kerja sama dalam menjaga kelestarian hutan dapat berjalan lebih harmonis dan berkelanjutan. (Mj-Bd)
Editor : Aris