Grobogan – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon bersama LMDH Bangun Wana Raharja melaksanakan kegiatan pengembangan wisata Sendang Goa Sinawah pada Minggu (16/11).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyelenggaraan Pasar Djaten, pasar tradisional tempo dulu yang kini menjadi ikon wisata budaya di Kabupaten Grobogan.
Pasar Djaten yang digelar di kawasan Wisata Sendang Goa Sinawah merupakan wisata yang berada di wilayah hutan RPH Sinawah. Pengelolaan wisata ini dilakukan melalui kerja sama antara Perhutani dan LMDH Bangun Wana Raharja sebagai bentuk kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Pasar Djaten digelar rutin setiap Minggu Pahing dan menghadirkan ciri khas unik dengan penggunaan keping kayu jati sebagai alat transaksi menggantikan uang rupiah. Pengunjung dapat menukarkan Rp 2.000,- untuk mendapatkan satu keping kayu jati yang kemudian digunakan membeli aneka kuliner dan minuman khas tempo dulu. Konsep ini berhasil menghidupkan kembali suasana perdagangan klasik, pengunjung juga dapat menikmati kejernihan mata air sendang dan suasana hutan yang menenangkan.
Pada kegiatan kali ini, Perhutani turut membagikan 25 bibit tanaman buah kepada pengunjung beruntung melalui kuis dan permainan interaktif. Bibit yang diberikan meliputi alpukat, nangka, durian, mangga, dan rambutan. Selain menambah kemeriahan, inisiatif ini memberikan edukasi lingkungan agar masyarakat semakin terdorong untuk menanam pohon.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa Perhutani berkomitmen terus mendorong pengembangan Sendang Goa Sinawah sebagai destinasi wisata unggulan.
“Sinergi dengan LMDH Bangun Wana Raharja menjadi modal kuat untuk menghadirkan wisata yang edukatif, bernilai budaya, dan sekaligus memberdayakan masyarakat. Pasar Djaten adalah bukti nyata inovasi lokal yang berhasil meningkatkan kunjungan serta menggerakkan perekonomian desa,” ujarnya.
Ketua LMDH Bangun Wana Raharja, Siar, menambahkan bahwa kehadiran Pasar Djaten membawa manfaat besar bagi warga sekitar.
“Dengan dukungan Perhutani, kegiatan ini semakin dikenal dan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berjualan serta melestarikan budaya lokal. Harapan kami, Sendang Goa Sinawah dapat terus berkembang menjadi ikon wisata Grobogan,” tuturnya.
Salah satu pengunjung asal kota blora, Handayani, juga menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan ini.
“Berbelanja menggunakan keping kayu jati terasa sangat unik, seperti kembali ke masa lalu. Saya juga senang mendapatkan bibit dari Perhutani. Semoga kegiatan menarik seperti ini terus digelar,” ungkapnya.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara Perhutani dan LMDH, Wisata Sendang Goa Sinawah terus menunjukkan perkembangan positif sebagai destinasi wisata alam-budaya yang potensial, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan. (Mj-Bd)
Editor : Aris