
KEDU UTARA, PERHUTANI (26/11/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara terus memperkuat kerja sama kelembagaan dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui agenda koordinasi resmi yang berlangsung di ruang pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Wonosobo. Pertemuan ini membahas perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Perhutani dan Pemkab Wonosobo, serta penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo. Jumat (21/11).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen Perhutani, perangkat daerah terkait, serta Tim BPBD Wonosobo. Diskusi diarahkan pada evaluasi implementasi kerja sama sebelumnya serta penyelarasan poin-poin teknis dengan kebutuhan kondisi lapangan terkini.
Wakil Administratur KPH Kedu Utara, Cecep Gusdiana, menyampaikan bahwa perpanjangan MoU menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesinambungan berbagai program sinergi, terutama dalam pengelolaan hutan, pemberdayaan masyarakat desa hutan, dan pengembangan wisata alam.
“Melalui pembaruan dokumen MoU, kami ingin mempertegas arah kolaborasi agar lebih responsif, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta kelestarian kawasan hutan,” ungkap Cecep.
Selain MoU, pembahasan juga difokuskan pada PKS antara Perhutani dan BPBD Wonosobo terkait penanggulangan bencana di wilayah hutan. PKS tersebut mencakup penguatan mitigasi kebakaran hutan dan lahan, potensi longsor, serta koordinasi dalam kesiapsiagaan bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendro, menyambut baik upaya Perhutani dalam mempererat koordinasi penanggulangan bencana.
“Banyak titik rawan bencana berada di kawasan hutan. Melalui PKS ini, respons dan penanganan di lapangan diharapkan akan lebih cepat dan terkoordinasi, termasuk melalui patroli gabungan dan pelatihan relawan,” jelasnya.
Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan penyempurnaan lanjutan pada kedua dokumen sebelum penandatanganan resmi dilakukan.
Melalui kegiatan ini, Perhutani bersama Pemkab dan BPBD Wonosobo menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan fungsi hutan, memperkuat kesiapsiagaan terhadap risiko bencana, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan secara berkelanjutan.
Editor : Aris