Grobogan – Dalam upaya meningkatkan keberhasilan program agroforestry tebu, jajaran Perhutani KPH Purwodadi menggelar kegiatan pembinaan kepada masyarakat penggarap di kawasan hutan petak 47D RPH Dersemi BKPH Bandung pada Senin (01/12).
Kegiatan berlangsung di Pos Petak 47D dan dihadiri oleh Wakil Administratur KPH Purwodadi, jajaran BKPH Bandung, pengurus LMDH Tanjungharjo Manunggal, serta masyarakat sekitar hutan yang terlibat dalam program agroforestry.
Program agroforestry tebu yang dijalankan Perhutani di wilayah Dersemi merupakan bagian dari upaya optimalisasi lahan hutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Dalam kegiatan pembinaan ini, peserta diberikan pendampingan terkait teknik budidaya tebu yang baik, pemupukan berimbang, sistem irigasi sederhana, hingga pengendalian hama penyakit tanaman agar hasil produksi dapat optimal.
Selain itu, dilakukan pula monitoring lapangan terhadap pertumbuhan tebu, pengecekan kondisi tanaman, serta evaluasi pola tanam untuk memastikan bahwa kegiatan agroforestry tetap sejalan dengan aturan pengelolaan hutan lestari. Masyarakat juga diajak mengembangkan pola tanam yang ramah lingkungan serta mematuhi ketentuan pengamanan hutan dari risiko kerusakan.
Wakil Administratur KPH Purwodadi, Hendry Kristiawan, menyampaikan bahwa pembinaan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga komitmen Perhutani terhadap keberhasilan agroforestry.
“Kami berupaya memastikan bahwa program agroforestry tebu tidak hanya meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian hutan. Kolaborasi antara Perhutani dan LMDH menjadi kunci utama dalam keberhasilan ini,” ujar Hendry.
Sementara itu, Kepala BKPH Bandung, Sri Purwanto, menegaskan pentingnya kedisiplinan penggarap dan sinergi pengawasan hutan.
“Kami berharap masyarakat terus menjaga dan merawat tanaman sesuai standar yang telah disampaikan, serta tetap ikut berperan aktif menjaga keamanan hutan dari ancaman maupun gangguan,” tuturnya.
Ketua LMDH Tanjungharjo Manunggal, Supadi, mewakili masyarakat menyampaikan apresiasi atas dukungan Perhutani dalam pendampingan tebu.
“Kami sangat terbantu dengan pembinaan ini. Dengan ilmu yang diberikan, kami lebih paham cara merawat tanaman agar hasilnya meningkat dan tetap terjaga keberlanjutan hutannya,” ungkap Supadi.
Melalui kegiatan pembinaan berkelanjutan seperti ini, Perhutani berharap program agroforestry tebu di wilayah KPH Purwodadi dapat terus berkembang, memberikan nilai tambah bagi masyarakat, dan menjaga fungsi ekologis hutan secara optimal. (Mj-A)
Editor : Aris