Grobogan – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan panen jagung hasil program ketahanan pangan pemerintah bersama jajaran Polsek Tawangharjo, Kodim Grobogan, serta pesanggem di petak 44A RPH Karanggetas BKPH Pojok pada lahan seluas 22,5 hektare, Minggu (07/12).
Jagung yang dipanen merupakan tanaman dengan pola agroforestry, yaitu sistem tanam yang memadukan tanaman pangan jagung dengan tegakan jati. Selain meningkatkan produktivitas lahan, pola ini juga diperuntukkan bagi pemanfaatan hutan secara lestari, menjaga tutupan lahan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa sekitar hutan.
Kegiatan panen dilakukan bersama jajaran manajemen Perhutani KPH Purwodadi, Kepala BKPH Pojok beserta jajaran, Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono bersama anggota, Babinsa, serta para pesanggem yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Pojok, Bambang R, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan menjadi salah satu langkah nyata Perhutani dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan aspek kelestarian hutan.
“Melalui pola agroforestry ini, masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi dari hutan, sementara tegakan jati tetap terjaga untuk keberlanjutan. Sinergi kami dengan TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” ungkap Bambang.
Sementara itu, Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono menegaskan dukungan penuh jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan pengelolaan hutan serta mendukung pemberdayaan masyarakat.
“Kami siap bersinergi dalam setiap program yang berdampak positif bagi masyarakat, termasuk kegiatan pertanian di kawasan hutan seperti ini. Keamanan kawasan hutan adalah kepentingan kita bersama, karena hutan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satu pesanggem, Paidi, mengaku sangat terbantu dengan adanya pemanfaatan lahan melalui sistem agroforestry ini.
“Kami bisa bercocok tanam dan mendapatkan penghasilan tambahan, tapi tetap ikut menjaga pohon jati supaya tidak rusak. Terima kasih kepada Perhutani dan aparat yang selalu mendukung kami,” tutur Paidi. Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap eksistensi hutan tetap terjaga dengan baik dan masyarakat sekitar hutan terus memperoleh manfaat ekonomi, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan saling menguatkan. (Mj-A)
Editor : Aris