Grobogan – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan pengarahan kepada jajaran petugas tebang dan tenaga kerja tebangan di petak 116 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Teges, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk, Sabtu (06/12).
Kegiatan yang berlangsung di lokasi tebangan Cutting Test tersebut berjalan dalam suasana akrab saat Wakil Administratur KPH Purwodadi hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan tebangan.
Cutting test ini dilaksanakan sebagai pegangan bagi pelaksana tebangan tahun 2026 dalam rangka monitoring, evaluasi, pengawasan, dan pengendalian terhadap aktivitas tebangan habis jati. Selain itu, hasil cutting test juga menjadi gambaran awal produksi untuk memastikan capaian realisasi tebangan, meliputi estimasi volume, komposisi, status, mutu kayu, serta proyeksi pendapatan perusahaan.
Wakil Administratur KPH Purwodadi, Hendry Kristiawan menegaskan bahwa pemanenan tidak hanya berfokus pada produksi, namun harus tetap mengedepankan prinsip kelestarian hutan dan tata kelola kehutanan yang baik.
“Kegiatan tebangan harus dilakukan secara profesional dan sesuai SOP. Selain menjaga keselamatan kerja seluruh kru, kami juga memastikan tegakan tinggal tidak rusak dan regenerasi hutan tetap terjaga. Produksi memang penting, namun kelestarian dan keberlanjutan hutan adalah prioritas utama,” tegas Hendry.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat sebagai tenaga kerja tebang merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal yang sejalan dengan fungsi sosial Perhutani.
“Kami ingin manfaat kelola hutan dapat dirasakan langsung masyarakat sekitar kawasan hutan, baik melalui lapangan kerja maupun peningkatan kapasitas mereka dalam memahami pengelolaan hutan yang benar,” imbuhnya.
Kepala BKPH Tumpuk, Aries Supriyanto menyampaikan bahwa cutting test menjadi dasar evaluasi yang sangat penting sebelum pelaksanaan tebangan secara menyeluruh pada wilayah kerja tersebut.
“Dengan cutting test, kita memiliki data riil di lapangan untuk memastikan target produksi dapat tercapai dan tetap sejalan dengan prinsip pengelolaan hutan lestari. Pendampingan teknis terus kami berikan agar kualitas tebangan sesuai standar,” jelas Aries.
Salah satu tenaga kerja tebang dari Desa Teges, Sutrisno, menyampaikan apresiasi terhadap pendampingan yang diberikan.
“Kami mendapatkan pengetahuan tambahan tentang cara tebang yang aman dan benar. Selain membantu peningkatan ekonomi keluarga, kami juga memahami bahwa menebang pohon ada aturannya agar hutan tetap lestari untuk anak cucu,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pengarahan dan pengawasan rutin di lapangan, Perhutani KPH Purwodadi memastikan bahwa aktivitas produksi kayu berjalan efektif, menguntungkan, dan tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan sumber daya hutan. (Mj-A)
Editor : Aris