
BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (09/12/2025) | Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat melalui Seksi K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) melaksanakan inspeksi K3 di kawasan wisata alam Kemit Forest Education, Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, pada Rabu (09/12).
Kegiatan inspeksi dipimpin oleh Kepala Sub Seksi K3L KPH Banyumas Barat Adi Kusbiyanto, didampingi Kepala RPH Sidareja Sugeng Suyatno beserta jajaran petugas lapangan. Dari pihak pengelola wisata hadir Penanggung Jawab Kemit Forest Supriyanto bersama tim pengelola.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani untuk memastikan seluruh objek wisata alam yang berada dalam pengelolaannya siap menyambut kunjungan wisatawan selama periode libur panjang. Selain meningkatkan kenyamanan, inspeksi dilakukan untuk memperkuat aspek keselamatan agar potensi risiko di lapangan dapat diminimalisir.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sejumlah fasilitas vital, seperti:
- jalur evakuasi dan titik kumpul,
- instalasi kelistrikan,
- wahana permainan outdoor,
- rambu dan papan informasi keselamatan,
- sarana pendukung lain yang berpotensi menimbulkan bahaya.
Administratur Perhutani KPH Banyumas Barat melalui Kepala Sub Seksi K3L, Adi Kusbiyanto, menjelaskan bahwa inspeksi K3 merupakan agenda rutin, namun menjelang Nataru dilakukan dengan intensitas lebih tinggi.
“Perhutani ingin memastikan seluruh pengunjung dapat menikmati liburan akhir tahun dengan aman dan nyaman. Karena itu, standar K3 menjadi prioritas,” tegasnya.
Kepala RPH Sidareja, Sugeng Suyatno, menambahkan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan pengelola wisata untuk menindaklanjuti temuan di lapangan.
“Kami berharap perbaikan-perbaikan teknis segera dilakukan agar pada puncak kunjungan nanti seluruh fasilitas dalam kondisi optimal,” ujarnya.
Penanggung Jawab Kemit Forest, Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas pendampingan dari Perhutani.
“Pembinaan dan inspeksi seperti ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas sarana dan pelayanan bagi pengunjung,” ungkapnya.
Kegiatan inspeksi ditutup dengan penyampaian rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti sebelum libur Nataru. Dengan upaya ini, Perhutani berharap Kemit Forest dapat terus menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.