Workflow: {}
PEKALONGAN BARAT, BREBES (15/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Brebes dan relawan lingkungan melaksanakan kegiatan penanaman bersama di lereng Gunung Slamet wilayah Brebes Selatan. Kegiatan penanaman sebanyak 1.000 pohon tersebut berlangsung di Petak 24 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kretek, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Paguyangan, secara administratif berada di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (14/12).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti sekitar 500 peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, Perhutani, relawan lingkungan, aktivis, serta masyarakat sekitar. Penanaman dilakukan sebagai upaya rehabilitasi hutan lindung di kawasan hulu lereng Gunung Slamet yang mengalami degradasi.
Administratur Perhutani KPH Pekalongan Barat melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Eny Wahyuningsih yang hadir di lokasi penanaman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan dan memperbaiki kondisi lahan kritis, khususnya di kawasan hutan lindung Petak 24 RPH Kretek BKPH Paguyangan.
Perhutani terus berkomitmen dan aktif dalam upaya rehabilitasi hutan lindung, terutama di wilayah lereng Gunung Slamet yang memiliki fungsi ekologis sangat penting sebagai kawasan resapan air dan penyangga kehidupan masyarakat di wilayah hilir, ujar Eny.
Sementara itu, perwakilan relawan lingkungan Kasor menegaskan bahwa kegiatan penanaman tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang telah mengalami kerusakan cukup signifikan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hutan agar tetap lestari.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi sinergi antara Perhutani, Forkopimda, relawan, dan masyarakat. Menurutnya, penanaman pohon merupakan langkah penting dalam memulihkan lingkungan sekaligus sebagai upaya mitigasi bencana, khususnya tanah longsor yang rawan terjadi di wilayah Paguyangan.
Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk menjaga alam Brebes Selatan agar tetap hijau dan aman. Harapannya, penanaman ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan pengawasan bersama, kata Paramitha.
Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi suren, trembesi, sere, dan akasia. Jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki perakaran yang kuat sehingga mampu menahan erosi dan memperkuat struktur tanah di kawasan lereng.
Kegiatan penanaman bersama ini menjadi simbol sinergi antara Perhutani, Forkopimda Kabupaten Brebes, relawan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan lereng Gunung Slamet serta memperkuat upaya pemulihan ekologi di wilayah Brebes Selatan. (Pkb/Sgy)
Editor: Aris
Copyright © 2025