GROBOGAN RAYA (28/12/2025) | Perum Perhutani KPH Purwodadi memberikan pembekalan materi kehutanan mengenai Petak Coba Penjarangan (PCP) kepada Pramuka Saka Wanabakti Kwartir Cabang (Kwarcab) Grobogan Pangkalan Perum Perhutani KPH Purwodadi, bertempat di petak 127B tanaman jati tahun 2011 seluas 9,3 hektare wilayah RPH Karangasem, BKPH Karangasem, pada Sabtu (27/12).
Kegiatan edukasi lapangan tersebut diikuti oleh 25 anggota Saka Wanabakti, dengan tujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap praktik pengelolaan hutan lestari, khususnya dalam aspek silvikultur penjarangan tanaman jati.
Dalam kegiatan ini, peserta dikenalkan secara langsung tentang Petak Coba Penjarangan (PCP), yaitu area khusus berbentuk lingkaran dengan radius 17,8 meter atau luas 0,1 hektare yang dibuat di dalam hutan tanaman. PCP berfungsi sebagai sarana pengumpulan data kondisi tegakan pohon yang menjadi dasar pelaksanaan penjarangan, guna menyeleksi dan memelihara pohon terbaik agar menghasilkan kayu berkualitas tinggi di akhir daur. Kegiatan PCP merupakan bagian penting dalam manajemen hutan berkelanjutan Perhutani.
Materi PCP disampaikan oleh Mandor RKP BKPH Karangasem, Handoko, yang menjelaskan tujuan, manfaat, serta tahapan pelaksanaan PCP dan penjarangan. Peserta diajak memahami proses mulai dari penentuan lokasi PCP, penandaan batas petak dengan cat merah, pemilihan pohon tengah yang sehat dan lurus, hingga penentuan pohon yang perlu ditebang untuk memberikan ruang tumbuh optimal bagi pohon potensial.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Karangasem, Sudaryono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam mendukung edukasi kehutanan bagi generasi muda.
“Pengenalan PCP kepada anggota Saka Wanabakti merupakan bagian dari upaya Perhutani menanamkan pemahaman tentang pengelolaan hutan yang berkelanjutan sejak dini. Melalui kegiatan ini, adik-adik pramuka dapat belajar langsung bagaimana hutan dikelola secara ilmiah dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Handoko, selaku pemberi materi, menuturkan bahwa PCP memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas tegakan jati.
“Melalui PCP, kita mendapatkan data nyata kondisi tegakan di lapangan. Dari data tersebut, dilakukan penjarangan dengan memilih pohon-pohon yang kurang potensial agar pohon terbaik bisa tumbuh maksimal dan menghasilkan kayu berkualitas tinggi di masa panen,” ujarnya.
Salah satu peserta, Noviana, anggota Saka Wanabakti, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Kami jadi memahami bagaimana Perhutani mengelola hutan jati secara berkelanjutan dan profesional,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan pembelajaran PCP ini, diharapkan anggota Saka Wanabakti semakin peduli terhadap kelestarian hutan serta mampu menjadi agen edukasi lingkungan di masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Perhutani dan generasi muda dalam menjaga sumber daya hutan untuk masa depan. (Mj-A)
Editor : Aris
Copyright © 2025