BANYUMAS TIMUR (30/12/2025) | Gunung Kelir, destinasi hiking yang kian populer di Kabupaten Purbalingga, menarik minat wisatawan lokal dan pecinta alam meskipun belum banyak terekspos media nasional. Gunung yang terletak di Dusun Kutabawa, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja ini memiliki ketinggian sekitar 1.373 meter di atas permukaan laut dan dikenal dengan panorama alam yang spektakuler serta udara pegunungan yang sejuk.
Gunung Kelir sejatinya merupakan bukit dengan tebing batu alam yang menjulang dan menyerupai layar. Dalam bahasa Jawa, layar disebut kelir. Oleh karena itu, masyarakat setempat menamai kawasan ini Gunung Kelir karena bentuk tebingnya yang menyerupai layar berukuran besar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Kelir berkembang menjadi salah satu rute hiking favorit di Jawa Tengah, khususnya bagi pendaki pemula dan komunitas olahraga luar ruang. Jalur trekking yang relatif ramah juga memungkinkan pengunjung berwisata bersama keluarga. Jalur pendakian melalui Kubang yang dikelola oleh Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur menjadi rute yang paling dikenal, meskipun medan menanjak tetap menuntut stamina serta perlengkapan yang memadai.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Penguji Tingkat II Perhutani KPH Banyumas Timur, Miftahudin, yang tergabung dalam tim monitoring wisata selama masa libur Natal dan Tahun Baru, menjelaskan bahwa Gunung Kelir menjadi lokasi favorit wisatawan yang gemar berburu pemandangan samudra awan. Apabila datang pada waktu dan kondisi cuaca yang tepat, pengunjung dapat mengabadikan panorama langit yang menjadi pengalaman tersendiri.
“Gunung Kelir bukan hanya ideal untuk pendaki, tetapi juga wisatawan umum. Selain mendaki, pengunjung dapat menikmati keindahan alam dan berkesempatan untuk berkemah,” jelasnya.
Pada awal perjalanan, jalur trekking yang relatif landai dihiasi area perkebunan sayur milik masyarakat setempat. Kontur tanah mulai menanjak setelah melewati kawasan tersebut. Setibanya di puncak, pengunjung dapat beristirahat sambil menikmati jajanan tradisional yang dijajakan oleh warga sekitar.
Ketua Pengelola Basecamp Gunung Kelir, Adi S., yang ditemui saat monitoring pada Selasa (30/12), mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung cenderung meningkat pada akhir pekan dan hari libur nasional. Ia menyebut panorama alam di puncak sebagai daya tarik utama bagi para pendaki.
“Puncak Gunung Kelir menawarkan panorama luar biasa, mulai dari hamparan pepohonan hijau hingga suasana matahari terbit yang sering menjadi daya tarik utama,” ujarnya.
Seiring meningkatnya kunjungan, kebutuhan akan pengelolaan yang lebih baik juga semakin penting. Salah seorang pengunjung yang merupakan anggota kelompok pecinta alam, Dhina, menekankan pentingnya penerapan aturan pendakian yang jelas, termasuk kewajiban membawa turun kembali sampah serta larangan melakukan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
“Menurut saya, hal ini sangat penting karena Gunung Kelir masih relatif asri. Jangan sampai pengunjung membuang sampah sembarangan hanya karena jalur pendakiannya tergolong mudah,” ujarnya.
Secara umum, Gunung Kelir masih tergolong aman selama pendaki mematuhi standar keselamatan yang direkomendasikan. Perhutani KPH Banyumas Timur bersama kelompok masyarakat terus mendorong pengembangan ekowisata berkelanjutan di kawasan tersebut melalui pelatihan pemandu lokal, sosialisasi keselamatan pendakian, serta penataan fasilitas pendukung seperti papan informasi jalur dan titik istirahat.
Dengan keindahan alam yang memikat serta perhatian terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan, Gunung Kelir berpotensi menjadi salah satu ikon wisata alam unggulan di Kabupaten Purbalingga apabila pengelolaannya terus diperkuat. (Byt/Mei)
Editor: Tri
Copyright © 2025