PEKALONGAN TIMUR (05/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur bergerak cepat menangani kejadian pohon rapuh yang tumbang di kawasan hutan wilayah kerjanya, tepatnya di jalur penghubung Kecamatan Karanganyar–Lebakbarang.
Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (02/01) sekitar pukul 14.00 WIB di Anak Petak 28 F kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Rogoselo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar. Secara administratif, lokasi kejadian berada di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan.
Berdasarkan keterangan di lapangan, pada saat kejadian kondisi cuaca terpantau normal tanpa hujan maupun angin kencang. Pohon yang telah rapuh dan berada di tebing kawasan hutan tumbang dan menggelontor ke badan jalan hingga mengenai jaringan listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Akibat kejadian tersebut, akses jalan penghubung antarkecamatan masih dapat dilalui kendaraan roda empat. Namun demikian, pohon tumbang sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas serta menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik. Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa.
Sebagai bentuk respons cepat, Perhutani KPH Pekalongan Timur bersama Komando Rayon Militer (Koramil) 17 Lebakbarang, Kepolisian Sektor (Polsek) Lebakbarang, serta petugas PLN segera mendatangi lokasi kejadian. Petugas gabungan melaksanakan kerja bakti dengan memotong dan memindahkan batang pohon yang menghalangi badan jalan, sementara pangkal pohon tetap berada di dalam kawasan hutan.
Selain melakukan penanganan di lokasi, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan para pengguna jalan agar senantiasa waspada dan berhati-hati saat melintas di sekitar kawasan hutan, terutama pada saat terjadi hujan yang disertai angin kencang.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Kepala BKPH Karanganyar, Catur Tovix Mardiayanto, menyampaikan bahwa respons cepat tersebut merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga keselamatan masyarakat di sekitar kawasan hutan serta kesigapan dalam menangani setiap kejadian yang berpotensi membahayakan.
“Koordinasi cepat bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta instansi terkait menjadi kunci agar penanganan di lapangan dapat segera dilakukan dan akses masyarakat tetap aman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pemantauan terhadap kondisi tegakan pohon di sepanjang jalur-jalur vital yang berbatasan langsung dengan akses publik.
“Kami akan melakukan pemetaan dan pengawasan rutin terhadap pohon-pohon yang rawan tumbang, terutama pada musim cuaca ekstrem, sebagai langkah antisipasi guna mencegah kejadian serupa,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Koramil 17 Lebakbarang, Namawi, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam penanganan kejadian tersebut merupakan bentuk sinergi kewilayahan dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.
“Koramil 17 Lebakbarang selalu siap mendukung upaya penanganan bencana dan kejadian darurat di wilayah. Kerja sama lintas sektor seperti ini sangat penting untuk memastikan penanganan yang cepat, tepat, dan aman bagi masyarakat pengguna jalan,” ujarnya.
Perwakilan Polsek Lebakbarang, Edi Sukamto, turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengajak masyarakat agar selalu berhati-hati dan segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya di wilayah sekitar, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait,” pungkasnya.
Melalui langkah sigap tersebut, Perhutani KPH Pekalongan Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan kawasan hutan sekaligus mendukung keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas transportasi di wilayah sekitar hutan. (Pkt/Ran)
Editor: Aris
Copyright © 2026