KENDAL (08/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal melaksanakan kegiatan uji petik tebangan E jati tahun tanam 2016 di Petak 18C Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Darupono, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Boja. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pemenuhan bahan baku industri bagi PT Duta Mas Satu dan PT Duta Mas Ngawi, Kamis (08/01).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Divisi Industri Kayu Perum Perhutani Rukman, Kepala Departemen Provisi Sumber Daya Hutan Produksi (PSDH) Didiet, serta Administratur Perum Perhutani KPH Kendal Muhadi.
Jati Plus Perhutani (JPP) merupakan produk unggulan Perhutani yang dihasilkan melalui program pemuliaan pohon, baik secara vegetatif melalui stek pucuk dan kultur jaringan maupun secara generatif melalui persemaian benih dari kebun benih. Tanaman JPP memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dipanen hingga tiga kali dalam satu siklus, berbeda dengan jati konvensional.
Kepala Divisi Industri Kayu Perum Perhutani Rukman menjelaskan bahwa uji petik penjarangan pada tanaman Jati Plus Perhutani merupakan metode pengambilan sampel yang digunakan untuk mengevaluasi dan merencanakan kegiatan penjarangan pada hutan tanaman jati. Uji petik ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan pohon jati yang optimal serta menghasilkan kayu dengan kualitas yang sesuai standar industri, jelasnya.
Administratur Perum Perhutani KPH Kendal Muhadi menyampaikan bahwa tebangan penjarangan pada JPP merupakan proses pengambilan sampel pohon yang akan ditebang guna memastikan kualitas, volume, dan kesesuaian hasil panen dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan hutan tanaman jati yang berkelanjutan di Perum Perhutani, sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku industri secara berkesinambungan, ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT Duta Mas Ngawi Joko menyampaikan apresiasi atas komitmen Perhutani dalam menjaga ketersediaan bahan baku industri. Perum Perhutani KPH Kendal selalu berkomunikasi dengan kami dalam mengawal ketersediaan kayu agar pemenuhan bahan baku industri dapat berjalan secara maksimal dan produktif,” ungkapnya. (Knd/Tmy)
Editor: Aris
Copyright © 2026