KEDU UTARA, WONOSOBO (09/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan koordinasi dan komunikasi sosial (komsos) bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rahayu Desa Bowongso, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Anggrunggondok, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, pada Selasa (06/01/2026).
Kegiatan koordinasi dan komsos ini membahas pemanfaatan lahan di bawah tegakan hutan melalui skema agroforestry dengan budidaya tanaman kemar dan rumput odod secara berkelanjutan. Koordinasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi antara Perhutani dan LMDH terkait pengelolaan kawasan hutan agar tetap menjaga fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. Pemanfaatan lahan di bawah tegakan dilakukan dengan prinsip kelestarian, tertib administrasi, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa kegiatan komsos merupakan bagian penting dalam membangun sinergi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan hutan tidak terlepas dari peran aktif LMDH sebagai mitra kerja di lapangan.
Ia menegaskan bahwa Perhutani berkomitmen untuk terus mendorong pengelolaan hutan yang produktif dan lestari melalui pola agroforestry. Budidaya tanaman kemar dan rumput odod di bawah tegakan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan yang diperbolehkan, selama tetap memperhatikan kelestarian hutan dan tidak mengganggu tanaman pokok.
Ia menambahkan bahwa agroforestry menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan tanpa harus mengubah fungsi kawasan hutan. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan di bawah tegakan dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus membantu menjaga tutupan lahan dan mencegah terjadinya kerusakan hutan.
Dalam kesempatan tersebut, Perhutani juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap perjanjian kerja sama, pengelolaan lahan yang sesuai dengan rencana, serta menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan. Kegiatan komsos ini juga menjadi sarana evaluasi dan diskusi terhadap pelaksanaan agroforestry yang telah berjalan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Rahayu Desa Bowongso, Sujadi, menyambut baik kegiatan koordinasi dan pendampingan yang dilakukan oleh Perhutani. Ia menyampaikan bahwa kerja sama pemanfaatan lahan di bawah tegakan melalui pola agroforestry telah memberikan dampak positif bagi anggota LMDH dan masyarakat desa hutan.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang terus memberikan arahan dan pendampingan, serta berharap hasil budidaya tanaman kemar dan rumput odod dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa mengesampingkan kelestarian hutan. Ia juga menegaskan komitmen LMDH Rahayu untuk mematuhi aturan yang telah disepakati dan mendukung upaya Perhutani dalam menjaga keamanan serta kelestarian kawasan hutan.
Melalui kegiatan koordinasi dan komsos tersebut, Perhutani berharap pola agroforestry yang diterapkan dapat terus berkembang secara tertib, produktif, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat fungsi hutan sebagai penyangga lingkungan dan sumber daya alam yang lestari. (Kdu/Nurul)
Editor: Aris
Copyright © 2026