KEDU UTARA, WONOSOBO (09/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan patroli preventif di jalur pendakian Gunung Prau via Igirmranak, wilayah administratif Desa Igirmranak, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut berada di kawasan hutan Petak 12 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Dieng, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Wonosobo, sebagai upaya menjaga fungsi hutan serta menertibkan pemanfaatan kawasan hutan agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pada Kamis (08/01).
Patroli preventif ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus memberikan edukasi kepada para pendaki, masyarakat sekitar, dan pengelola basecamp terkait pentingnya menjaga hutan dari aktivitas perusakan, perambahan, serta pemanfaatan kawasan hutan secara ilegal. Selain itu, patroli juga difokuskan pada pengawasan jalur pendakian agar tetap sesuai ketentuan dan tidak terjadi pembukaan jalur baru tanpa izin resmi.
Kegiatan patroli melibatkan unsur Perhutani BKPH Wonosobo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta pengelola basecamp pendakian Gunung Prau via Igirmranak. Petugas menyusuri jalur pendakian, titik-titik rawan aktivitas ilegal, serta area yang berpotensi mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas pendakian.
Administratur Perhutani KPH Kedu Utara melalui Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyampaikan bahwa patroli preventif merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam menjaga fungsi hutan sekaligus mendukung kegiatan wisata alam yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa patroli tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada pendaki dan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak hutan, seperti perambahan, penebangan liar, maupun penggunaan kawasan hutan secara ilegal. Selain itu, Perhutani juga menegaskan kepada pengelola basecamp agar tidak membuka jalur pendakian baru tanpa izin resmi.
Ia menambahkan bahwa jalur pendakian resmi harus dikelola dengan memperhatikan aspek keselamatan, daya dukung lingkungan, serta kelestarian kawasan hutan. Perhutani terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, namun tetap mengedepankan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan Girirejo, Supriyono, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan patroli preventif tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat desa hutan sangat penting dalam menjaga kawasan hutan dari kerusakan.
Ia menyampaikan bahwa dengan adanya patroli dan edukasi seperti ini, masyarakat dan pendaki diharapkan semakin sadar bahwa hutan harus dijaga bersama karena manfaatnya kembali kepada masyarakat.
Di tempat yang sama, Pengelola Basecamp Gunung Prau via Igirmranak, Rangga, menyatakan kesiapannya untuk mematuhi ketentuan yang berlaku dan mendukung upaya Perhutani dalam menjaga kawasan hutan. Ia berkomitmen untuk mengelola pendakian sesuai aturan, tidak membuka jalur baru tanpa izin, serta ikut mengedukasi pendaki agar menjaga kelestarian hutan dan mematuhi tata tertib pendakian.
Melalui patroli preventif tersebut, Perhutani berharap sinergi antara pengelola hutan, LMDH, pengelola basecamp, dan masyarakat dapat terus terjalin guna mewujudkan hutan yang lestari dan berkelanjutan. (Kdu/Nurul)
Editor: Aris
Copyright © 2026