Dalam upaya mendukung kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama masyarakat melaksanakan kegiatan penghijauan di pekarangan rumah dinas Mandor RPH Teges BKPH Jatipohon. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (30/01) oleh jajaran BKPH Tumpuk bersama tokoh dan warga masyarakat Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari.
Kegiatan penghijauan ini dilakukan dengan penanaman sebanyak 300 (tiga ratus) plances bibit tanaman jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS), yang terdiri dari tanaman buah alpukat, matoa, dan mangga. Penanaman MPTS dipilih karena selain berfungsi sebagai penghijauan, juga memiliki nilai ekonomis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar hutan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Tumpuk, Aries Supriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, penghijauan tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
“Melalui kegiatan penghijauan ini, Perhutani berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan dan hutan merupakan tanggung jawab kita semua. Penanaman tanaman MPTS ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat, sehingga keberadaan hutan benar-benar dirasakan manfaatnya untuk masa depan,” ujar Aries Supriyanto.
Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Jati Mulya, Yana, mengapresiasi langkah Perhutani yang terus melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan pelestarian lingkungan. Ia menilai bahwa kegiatan penghijauan ini sangat positif dan menjadi sarana edukasi bagi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Kami dari LMDH sangat mendukung kegiatan ini. Dengan menanam pohon bersama-sama, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Selain untuk mencegah bencana, tanaman buah ini nantinya juga bisa memberikan tambahan manfaat ekonomi bagi warga,” ungkap Yana.
Hal senada juga disampaikan oleh tokoh pemuda Desa Tegalrejo, Sutoyo. Ia menyatakan bahwa keterlibatan generasi muda dalam kegiatan penghijauan sangat penting sebagai bentuk investasi lingkungan di masa depan.
“Kami sebagai pemuda desa merasa terpanggil untuk ikut menjaga lingkungan. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa menjaga alam bisa dimulai dari lingkungan sekitar. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Sutoyo.
Dengan adanya kegiatan penghijauan ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap terjalin hubungan yang semakin harmonis dengan masyarakat serta tercipta kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.