PEKALONGAN TIMUR (03/02/2026) | Dalam upaya menjaga konsistensi kualitas hasil hutan bukan kayu (HHBK) serta meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia di lapangan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur menyelenggarakan kegiatan job training pengujian getah pinus. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (02/02/2026) tersebut dipusatkan di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Kutorejo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kesesi.
Kegiatan strategis ini dipimpin Penguji Utama KPH Pekalongan Timur, Eko Purnomo, yang mewakili Administratur KPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono. Pelatihan diikuti seluruh jajaran mandor TPG di wilayah KPH Pekalongan Timur guna memastikan standarisasi pengujian getah pinus berjalan seragam di setiap lokasi.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Penguji TK I KPH Pekalongan Timur, Eko Purnomo, menegaskan bahwa mandor TPG memiliki peran vital sebagai penjaga mutu kualitas produk Perhutani sebelum masuk ke proses industri. Ketelitian dalam pengujian di TPG sangat menentukan nilai ekonomi serta kualitas produk turunan seperti gondorukem dan terpentin.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menyelaraskan persepsi teknis dalam proses pengujian getah. Setiap mandor TPG diharapkan mampu melakukan penilaian secara objektif terhadap kadar kotoran dan kadar air agar getah yang dikirim ke pabrik memenuhi standar mutu kelas satu.
Kegiatan job training ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga diisi dengan praktik simulasi langsung di lokasi penumpukan getah. Para peserta mendapatkan pendalaman materi terkait teknik pengambilan sampel getah yang akurat, prosedur uji fisik terstandar untuk pemisahan kotoran, sinkronisasi hasil uji dengan sistem pelaporan digital, serta penanganan pascapanen agar getah tidak terkontaminasi faktor cuaca dan lingkungan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang diskusi interaktif bagi para mandor untuk menyampaikan berbagai kendala lapangan, termasuk fluktuasi kualitas getah pada musim hujan. Dengan peningkatan pemahaman teknis tersebut, diharapkan tidak terjadi perbedaan signifikan antara hasil pengujian di TPG dan hasil uji getah saat diterima di pabrik pengolahan.
Salah satu Ketua LMDH wilayah BKPH Kesesi, Riyanto berharap kegiatan job training tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan mandor TPG dalam pengujian getah pinus sehingga kualitas hasil hutan bukan kayu semakin terjaga. Ia juga berharap sinergi antara Perhutani dan LMDH dapat terus ditingkatkan guna mendukung kelancaran produksi serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa hutan.
Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia ini, manajemen KPH Pekalongan Timur berharap seluruh jajaran semakin solid dalam mencapai target produksi tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Perhutani dalam mengelola sumber daya hutan secara profesional dan berkelanjutan dengan mengedepankan kualitas produk yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi bersama serta penyerahan lembar kerja standar operasional yang akan menjadi acuan bagi para mandor TPG dalam melaksanakan tugas sehari-hari. (Pkt/Ran)
Editor: Aris
Copyright © 2026