RANDUBLATUNG, BLORA RAYA (18/02/2026) | Dalam upaya mendukung keberhasilan tanaman, Kesatuan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Beran KPH Randublatung menggelar kegiatan komunikasi sosial dan sosialisasi kepada para penggarap di Petak 80a1 RPH Bodeh BKPH Beran, Rabu (18/02).
Kegiatan yang dilaksanakan di Petak 80a1 tersebut dihadiri Asisten Perhutani (Asper) KBKPH Beran Muslim, Bhabinkamtibmas Desa Bodeh Winanto, Babinsa Desa Bodeh Mugiono, Ketua LMDH Ngudi Jati Lestari Wilnoto, segenap KRPH se-BKPH Beran, Mandor Tanam, Mandor Polter, serta para penggarap Petak 80a1.
Usai memimpin kerja bakti di persemaian, Asper KBKPH Beran Muslim mewakili Administratur/KKPH Randublatung Herry Merkusiyanto Putro langsung melaksanakan komunikasi sosial dan sosialisasi kepada para penggarap Petak 80a1.
Administratur/KKPH Randublatung Herry Merkusiyanto Putro melalui Asper KBKPH Beran Muslim menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi keberhasilan tanaman yang ke depan akan menjadi kawasan hutan.
Ia berharap para penggarap turut berperan aktif dalam menjaga dan merawat tanaman agar hutan tetap lestari. Menurutnya, hutan merupakan ekosistem yang saling berkesinambungan dan memiliki peran sangat penting untuk dijaga kelestariannya demi keberlangsungan generasi mendatang.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengelolaan hutan dimulai dari pembuatan persemaian, penanaman, perencanaan pengaturan kelestarian, hingga pengamanan. Penggarapan lahan diperbolehkan, namun harus mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku serta tidak merusak tanaman kehutanan, khususnya jati.
Ia menegaskan bahwa tindakan seperti penyemprotan yang mengakibatkan tanaman mati, perempelan daun jati terutama pada tanaman muda, maupun upaya mematikan pohon dengan memasukkan obat gulma melalui pelubangan atau pembacokan batang termasuk kategori perusakan tanaman. Perbuatan tersebut dapat masuk dalam unsur pidana atau tindak kejahatan. Oleh karena itu, seluruh penggarap di Petak 80a1 diharapkan dapat bersama-sama menjaga dan merawat tanaman kehutanan agar terjalin hubungan yang harmonis antara petugas Perhutani dan masyarakat penggarap atau pesanggem.
Sementara itu, Ketua LMDH Ngudi Jati Lestari Wilnoto mewakili Kepala Desa Bodeh Munadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir mengikuti sosialisasi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang terus melibatkan LMDH sehingga kegiatan sosialisasi dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, hutan sebagai sumber penghidupan masyarakat harus dijaga kelestariannya. Ia menambahkan bahwa para penggarap telah diberikan ruang dengan pola jarak tanam 8 x 3 meter. Untuk itu, seluruh pihak diajak bersama-sama menjaga keberhasilan tanaman agar kawasan tersebut dapat kembali menjadi hutan seperti sebelumnya.
Bhabinkamtibmas Desa Bodeh Winanto turut memberikan apresiasi kepada Perhutani atas terselenggaranya kegiatan komunikasi sosial dan sosialisasi tersebut. Ia mengimbau seluruh pihak yang hadir untuk berperan aktif dalam menjaga keberadaan kawasan hutan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas wawasan kehutanan yang diberikan sehingga masyarakat semakin memahami fungsi dan manfaat hutan bagi kehidupan.
Senada dengan hal tersebut, Babinsa Desa Bodeh Mugiono menegaskan pentingnya menjaga hutan secara bersama-sama. Ia mengapresiasi Perhutani yang telah melibatkan unsur TNI dalam kegiatan tersebut dan berharap tali silaturahmi antara Perhutani, masyarakat, serta para pemangku kepentingan tetap terjaga. Ia pun mengajak seluruh warga untuk terus menjaga dan melestarikan kawasan hutan. (Rdb/Jun)
Editor: Aris
Copyright © 2026