PEKALONGAN TIMUR (03/03/2026) | Dalam rangka memperkuat sinergi antara Perhutani dan generasi muda desa hutan, Perhutani KPH Pekalongan Timur melalui Administratur yang diwakili oleh Asisten Perhutani (Asper) BKPH Randudongkal menggelar diskusi bersama para pemuda di Desa Simpur pada Minggu (01/03). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan secara berkelanjutan.
Diskusi yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat tersebut dihadiri oleh perwakilan pemuda Desa Simpur Tarjono bersama sejumlah pemuda lainnya. Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka antara Perhutani dan generasi muda untuk membahas peran strategis pemuda dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memanfaatkan potensi yang ada secara bijak.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Asisten Perhutani BKPH Randudongkal menegaskan bahwa hutan memiliki fungsi yang sangat vital, tidak hanya sebagai kawasan konservasi dan penyangga ekosistem, tetapi juga sebagai sumber ekonomi masyarakat sekitar. Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan di sekitar Desa Simpur memberikan manfaat langsung, seperti hasil hutan bukan kayu berupa getah pinus, serta manfaat tidak langsung seperti menjaga tata air, mencegah erosi, mengurangi risiko longsor, dan menjaga keseimbangan iklim mikro.
“Pemuda adalah agen perubahan. Jika generasi muda memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap hutan, keberlanjutan kawasan ini akan lebih terjamin. Kami berharap pemuda Desa Simpur dapat menjadi pelopor dalam menjaga dan mengawasi kelestarian hutan,” ujarnya.
Selain membahas aspek perlindungan hutan, diskusi juga menyoroti pentingnya mencegah gangguan keamanan hutan seperti penebangan liar, perambahan, maupun kebakaran hutan. Para pemuda diajak untuk turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan di kawasan hutan.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peluang pengembangan potensi hutan berbasis pemberdayaan masyarakat, seperti pengelolaan wisata alam, kegiatan edukasi lingkungan, hingga pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara legal dan terkontrol. Asisten Perhutani BKPH Randudongkal menekankan bahwa pemanfaatan hutan harus tetap mengedepankan prinsip kelestarian agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.
Perwakilan pemuda Desa Simpur Tarjono menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perhutani yang membuka ruang diskusi dan melibatkan pemuda secara langsung. Menurutnya, komunikasi yang baik antara Perhutani dan masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting dalam membangun rasa memiliki terhadap kawasan hutan.
“Kami merasa dihargai karena diajak berdiskusi secara langsung. Pemuda siap mendukung upaya menjaga hutan karena kami juga merasakan manfaatnya. Ke depan, kami berharap dapat terlibat dalam berbagai kegiatan positif yang berkaitan dengan pelestarian hutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin komitmen bersama antara Perhutani KPH Pekalongan Timur dan pemuda Desa Simpur dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang partisipatif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar hutan. (Pkt/Ran)
Editor: Aris
Copyright © 2026