PURWODADI, Dalam rangka memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan koordinasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Grobogan pada Kamis (26/03). Kegiatan koordinasi tersebut berlangsung di Kantor Disporabudpar Kabupaten Grobogan dalam suasana santai dan penuh keakraban.
Rombongan Perhutani KPH Purwodadi diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Grobogan, Yunus Suryawan beserta staf. Hadir dari Perhutani KPH Purwodadi Kepala Sub Seksi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan (HKAKP) KPH Purwodadi, Kepala Sub Seksi Kemitraan Produktif KPH Purwodadi, serta Kepala RPH Welahan BKPH Linduk.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai hal terkait budaya adat masyarakat yang hidup dan berkembang di sekitar kawasan hutan, termasuk tradisi dan kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa hutan. Diskusi juga menyoroti pentingnya menjaga dan melestarikan budaya adat yang memiliki keterkaitan erat dengan upaya pelestarian hutan.
Budaya lokal seperti tradisi gotong royong, ritual adat, serta nilai-nilai kearifan masyarakat dalam menjaga alam dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung kelestarian hutan. Melalui koordinasi ini diharapkan terjalin kerja sama dan komunikasi yang lebih baik dalam mendukung pelestarian budaya masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Sub Seksi HKAKP KPH Purwodadi, Yuwanditya Aris, menyampaikan bahwa Perhutani memandang budaya adat masyarakat sekitar hutan sebagai bagian penting dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
“Perhutani menyadari bahwa masyarakat desa hutan memiliki tradisi dan kearifan lokal yang selama ini turut berperan dalam menjaga kelestarian hutan. Melalui koordinasi ini kami berharap dapat memperkuat sinergi dengan Disporabudpar dalam menjaga serta melestarikan budaya adat masyarakat, sehingga nilai-nilai tersebut tetap terjaga sekaligus mendukung keberlanjutan fungsi hutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Disporabudpar Kabupaten Grobogan, Yunus Suryawan, menyampaikan apresiasinya atas langkah Perhutani KPH Purwodadi yang terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Kami menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Perhutani KPH Purwodadi. Budaya adat masyarakat desa hutan merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu dijaga dan dilestarikan. Dengan adanya koordinasi seperti ini diharapkan nilai-nilai budaya lokal dapat terus terpelihara dan selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan hutan,” ungkap Yunus.
Melalui kegiatan koordinasi ini diharapkan hubungan kelembagaan antara Perhutani KPH Purwodadi dan Disporabudpar Kabupaten Grobogan semakin kuat, sehingga upaya pelestarian budaya adat masyarakat sekitar hutan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian hutan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Editor : Aris