PURWODADI, Perhutani KPH Purwodadi melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program Agroforestri Tebu hasil kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bandung pada Jumat (27/03). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui pertemuan koordinasi di kantor BKPH Bandung dengan agenda verifikasi data pelaksanaan kegiatan agroforestri tebu.
Kerja Sama Operasional (KSO) PT Sinergi Gula Nusantara merupakan bentuk kolaborasi pengelolaan lahan tebu dan pabrik gula secara terintegrasi antara PT SGN dengan Perhutani KPH Purwodadi. Program agroforestri tersebut dilaksanakan pada lahan kawasan hutan seluas 32,8 hektare yang tersebar di empat petak wilayah hutan BKPH Bandung.
Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dilakukan oleh Kepala Sub Seksi Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) KPH Purwodadi bersama jajaran BKPH Bandung serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai mitra pelaksana kegiatan agroforestri tebu. Dalam pertemuan tersebut dilakukan verifikasi data terkait luasan garapan, perkembangan tanaman, administrasi kerja sama, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan agar tetap sesuai dengan ketentuan pengelolaan kawasan hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala Sub Seksi K3L Gonang Legowo menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan kerja sama agroforestri berjalan tertib administrasi serta tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan.
“Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari upaya Perhutani dalam memastikan kegiatan agroforestri tebu bersama PT SGN berjalan sesuai ketentuan. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga harus tetap memperhatikan prinsip pengelolaan hutan yang lestari sehingga fungsi ekologis kawasan hutan tetap terjaga,” ujarnya.
Kepala BKPH Bandung Sri Purwanto menyampaikan bahwa kegiatan verifikasi data dan evaluasi ini penting untuk memastikan kegiatan kerja sama berjalan tertib serta memberikan manfaat bagi semua pihak.
“Melalui kegiatan ini kita dapat memastikan data dan pelaksanaan kegiatan agroforestri sesuai dengan perencanaan. Sinergi antara Perhutani, mitra kerja sama, dan LMDH menjadi kunci agar kegiatan ini dapat berjalan baik sekaligus tetap menjaga kelestarian hutan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua LMDH Supadi menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung program agroforestri yang dilaksanakan di kawasan hutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami dari LMDH berkomitmen untuk mendukung kegiatan agroforestri ini dengan baik. Selain memberikan peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat desa hutan, kami juga menyadari pentingnya menjaga kelestarian hutan agar tetap memberikan manfaat jangka panjang,” ungkapnya.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan pelaksanaan kerja sama agroforestri tebu antara Perhutani KPH Purwodadi dan PT Sinergi Gula Nusantara dapat terus berjalan secara tertib, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan, serta tetap menjaga keberlanjutan dan kelestarian kawasan hutan.
Editor : Aris