KEDU UTAR, TEMANGGUNG (02/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan kegiatan pembinaan sadapan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Candiroto yang diikuti oleh jajaran lapangan serta Kelompok Tani Sadap (KTS) BKPH Candiroto pada Kamis (02/04). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pencapaian target produksi getah pinus sekaligus memberikan edukasi kepada para mitra sadap guna mendorong peningkatan pendapatan.
Pembinaan yang dilaksanakan di kantor BKPH Candiroto tersebut menjadi bagian dari upaya Perhutani KPH Kedu Utara dalam memastikan kegiatan produksi berjalan sesuai standar operasional prosedur. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap capaian produksi di lapangan serta kendala yang dihadapi para penyadap.
Administratur KPH Kedu Utara Andrie Syailendra menyampaikan bahwa pembinaan sadapan merupakan langkah strategis untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi getah pinus. Menurutnya, peran aktif jajaran lapangan sangat penting dalam mendampingi para mitra sadap agar mampu bekerja secara optimal dan berkelanjutan.
“Melalui pembinaan ini, Perhutani ingin memastikan bahwa proses penyadapan dilakukan dengan teknik yang benar sehingga hasil produksi dapat maksimal dan tetap menjaga kelestarian pohon. Di sisi lain, Perhutani juga mendorong agar para mitra sadap dapat meningkatkan pendapatannya melalui hasil kerja yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pencapaian target produksi tidak hanya menjadi tanggung jawab Perhutani, tetapi juga membutuhkan sinergi yang kuat antara petugas lapangan dan mitra sadap. Oleh karena itu, komunikasi dan pendampingan secara rutin menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan pembinaan ini, para peserta diberikan pemahaman terkait teknik penyadapan yang efektif, perawatan luka sadap, serta pengelolaan hasil getah agar memiliki kualitas yang baik. Selain itu, disampaikan pula pentingnya disiplin kerja dan pemanfaatan waktu sadap secara optimal guna meningkatkan produktivitas.
Perwakilan KTS BKPH Candiroto Tirah dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap mitra sadap di wilayah kerjanya. Ia menyampaikan bahwa peningkatan produksi harus sejalan dengan upaya menjaga kesehatan tegakan pinus.
“Kami terus melakukan monitoring di lapangan agar kegiatan sadapan berjalan sesuai ketentuan. Harapannya, produksi dapat meningkat tanpa mengabaikan aspek kelestarian hutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh semua pihak,” ungkapnya.
Selain fokus pada aspek teknis, pembinaan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Perhutani dan mitra sadap. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para penyadap mengenai pentingnya kualitas hasil serta dampaknya terhadap nilai jual getah.
Dengan adanya kegiatan pembinaan sadapan ini, Perhutani berharap target produksi di wilayah BKPH Candiroto dapat tercapai secara optimal. Di sisi lain, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan mitra sadap juga menjadi perhatian utama sebagai bagian dari pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berorientasi pada manfaat bersama. (Kdu/Nurul)
Editor: Aris
Copyright © 2026