Grobogan – Dalam rangka mendukung keberhasilan musim tanam tahun 2025, jajaran Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatipohon melaksanakan kegiatan penanaman sebanyak 10.000 pohon di petak 131A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sengker, Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, Kamis (13/11).
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh personil BKPH Jatipohon bersama anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tunggak Semi Desa Putatsari dan 33 orang pesanggem yang selama ini aktif dalam kegiatan pengelolaan hutan di wilayah tersebut.
Jenis tanaman yang ditanam terdiri atas 7.089 plances bibit jati sebagai tanaman pokok kehutanan dan 3.536 plances bibit mete sebagai tanaman pengisi, yang ditanam dengan sistem tumpangsari pada lahan seluas 17 hektar. Pola ini memungkinkan tanaman pokok kehutanan tumbuh berdampingan dengan tanaman pertanian seperti jagung, sehingga memberikan manfaat ganda menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman ini bukan hanya upaya penghijauan, tetapi juga bentuk nyata kemitraan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan.
“Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan hutan yang lestari dan produktif. Melalui sistem tumpangsari, masyarakat tidak hanya ikut menanam pohon, tetapi juga memperoleh hasil dari tanaman sela seperti jagung. Dengan begitu, kelestarian hutan terjaga, kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Muslih, Ketua LMDH Tunggak Semi, mengapresiasi langkah Perhutani yang terus melibatkan masyarakat dalam setiap kegiatan kehutanan.
“Kami merasa dihargai dan diajak berperan aktif dalam mengelola hutan. Dengan adanya pola tanam seperti ini, anggota kami bisa bekerja di lahan hutan tanpa merusak ekosistemnya. Ini adalah bentuk kerjasama yang saling menguntungkan antara Perhutani dan LMDH,” tutur Muslih.
Salah satu pesanggem, Hardi, warga Desa Lebak, juga mengaku antusias ikut serta dalam kegiatan tersebut.
“Kami senang bisa ikut menanam. Dari kegiatan ini, kami mendapat lahan garapan jagung dan bisa membantu menanam pohon jati serta mete. Jadi selain untuk masa depan hutan, kami juga ikut menanam harapan untuk keluarga kami,” ujarnya dengan senyum bangga.
Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara petugas Perhutani dan masyarakat sekitar hutan. Suasana gotong royong dan semangat kebersamaan terasa di tengah barisan bibit yang ditanam secara serempak. Kegiatan penanaman diharapkan dapat menjadi contoh nyata sinergi antara pengelola hutan dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung ekonomi lokal. Dengan semangat kolaborasi, hutan yang lestari bukan sekadar cita-cita, tetapi kenyataan yang tumbuh bersama dari akar hingga pucuk. (Mj-A)
Editor : Aris