
SURAKARTA – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Tangen menggelar kompetisi membatik tingkat kecamatan di TK Tunas Rimba 3 Tangen pada 29 Oktober. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak PAUD untuk mengenal dan mencintai warisan budaya batik sejak dini.
Di Kecamatan Tangen, kompetisi ini diikuti 23 lembaga pendidikan dengan total 61 peserta anak-anak. Acara ini dihadiri oleh Ketua IGTKI Kabupaten Sragen, Bunda PAUD Kecamatan Tangen, Ketua GOPTKI ranting Tangen, Bunda PAUD Desa Katelan, dan Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Tangen. TK Tunas Rimba 3 Tangen mengirimkan dua murid, Egha dan Disty, sebagai wakil sekolah dalam ajang budaya penuh warna ini.
Mewakili Administratur KPH Surakarta, Kepala BKPH Tangen, Mastur, yang hadir mendampingi kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara di lingkungan pendidikan sekitar kawasan hutan binaan Perhutani.
“Perhutani sangat mendukung kegiatan edukatif seperti ini karena nilai budaya dan kearifan lokal seperti batik selaras dengan semangat pelestarian yang kami usung di bidang kehutanan. Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu kita bentuk sejak dini supaya mencintai alam, budaya, dan bangsa. Semoga sinergi antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan Perhutani terus terjalin untuk membangun karakter unggul di wilayah hutan sosial,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Tunas Rimba, Siti Hartini, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena sekolahnya dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi membatik tahun ini.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Anak-anak sangat antusias, penuh keceriaan, dan bersemangat mengikuti kegiatan ini. Egha dan Disty tampil percaya diri dan membawa kebanggaan bagi sekolah. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk menanamkan kecintaan terhadap batik dan nilai-nilai budaya Indonesia,” tuturnya.
Kompetisi ditutup dengan pembagian hadiah dan foto bersama, diiringi suasana hangat antara peserta, guru, dan orang tua. Harapannya, kompetisi membatik semacam ini terus menjadi agenda tahunan di Kecamatan Tangen, supaya nilai-nilai budaya, kreativitas, dan semangat gotong royong tumbuh kuat di kalangan generasi muda. Dari tangan kecil para murid TK Tunas Rimba, warisan batik Nusantara terus hidup, mewarnai masa depan dengan kearifan dan keindahan.
Editor : Aris