BLORA – Menyusul capaian nilai investasi tertinggi selama 2023-2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora meraih penghargaan bergengsi Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi kepada Bupati Blora Arief Rohman di acara CJIBF 2025 yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta.
Hadir di acara itu, sejumlah kepala daerah, pelaku usaha nasional, serta perwakilan dari sembilan negara sahabat.
Dalam paparannya, gubernur Jawa Tengah mengumumkan 15 proyek prospektif yang ditawarkan kepada investor nasional maupun internasional.
Salah satunya berasal dari Kabupaten Blora, yakni Proyek Pengembangan Waduk Greneng di Kecamatan Tunjungan.
Proyek ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dan sumber daya air.
”Masuknya Blora dalam daftar 15 proyek prospektif ini, menjadi semangat baru bagi kami untuk terus mendorong promosi potensi daerah. Khususnya sektor wisata yang bisa menarik minat para investor,” ungkap Bupati Arief Rohman usai menerima penghargaan.
Arief menyampaikan, pihaknya akan melakukan intensifikasi investasi ke berbagai sektor potensial.
Termasuk tidak menutup kemungkinan di sektor minyak dan gas (migas). Ia juga mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha di Blora untuk tertib dalam pelaporan kegiatan penanaman modal (LKPM), yang merupakan bagian penting dalam pengukuran capaian investasi daerah.
”Masih ada beberapa sektor, seperti industri kayu dan peternakan yang belum sepenuhnya rutin melaporkan kegiatan usahanya secara periodik. Ini akan menjadi perhatian kami ke depan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Blora Bondan Arsiyanti menyampaikan, penghargaan ini diraih karena nilai Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) meningkat signifikan.
Berdasarkan data, target nilai investasi Blora pada 2023 senilai Rp 80 miliar terealisasi Rp 205,63 miliar.
Pada 2024, target Rp 620 miliar berhasil dilampaui dengan capaian Rp 798,38 miliar.
”Ini menunjukkan kinerja yang positif dan keseriusan kami dalam mendampingi investor serta mendorong iklim usaha yang sehat di Blora,” kata Bondan.
Sementara itu, sektor pengembangan sumber daya gas di Kota Sate yang sedang dalam proses perizinan. Diharapkan akan segera terealisasi dalam waktu dekat.
”Harapan kami, tren pertumbuhan investasi ini terus berlanjut dan bisa melampaui target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 800 miliar untuk tahun ini,” tambah Bondan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam pesannya kepada para investor menegaskan, Jawa Tengah merupakan daerah yang aman dan kondusif untuk berinvestasi.
”Tidak ada konflik. Mari kita bangun Jawa Tengah bersama,” ungkapnya