PEKALONGAN TIMUR (18/02/2026) | Administratur KPH Pekalongan Timur yang diwakili Asper BKPH Randudongkal melaksanakan kegiatan pengecekan dan kontrol produksi getah pinus di Tempat Penimbunan Getah (TPG) Sipedang, Senin (16/02). Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis manajemen untuk memastikan seluruh rangkaian proses produksi getah pinus berjalan sesuai standar operasional prosedur perusahaan serta mendukung pencapaian target produksi tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, Asper BKPH Randudongkal melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi TPG, mulai dari kebersihan area, tata letak penumpukan getah, hingga kondisi fisik getah yang telah disetorkan para penyadap. Selain itu, dilakukan verifikasi terhadap volume setoran harian serta kesesuaian pencatatan produksi antara data lapangan dan administrasi guna menjamin akurasi dan transparansi data.
Administratur KPH Pekalongan Timur melalui Asper BKPH Randudongkal, Eko Pranoto menyampaikan bahwa kontrol produksi merupakan bagian penting dalam pengendalian mutu dan kuantitas hasil hutan bukan kayu, khususnya getah pinus. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa getah yang dihasilkan memenuhi standar kualitas sehingga memiliki nilai jual yang baik dan mampu memberikan manfaat optimal, baik bagi perusahaan maupun para penyadap,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif para penyadap dalam menjaga kualitas getah, antara lain dengan memastikan kebersihan wadah sadap, tidak mencampurkan getah dengan kotoran atau bahan lain, serta menyetorkan getah tepat waktu ke TPG. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap mutu akhir getah yang akan dipasarkan.
Pada kesempatan yang sama, Asper BKPH Randudongkal berdialog langsung dengan para penyadap untuk menyerap aspirasi dan mengetahui kondisi di lapangan. Salah satu penyadap petak 52G-1, Triman, menyampaikan apresiasi atas perhatian jajaran KPH Pekalongan Timur. Ia berharap kegiatan pengecekan dan pembinaan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin agar para penyadap memperoleh arahan yang jelas terkait teknik penyadapan yang baik dan benar.
Menanggapi hal tersebut, Asper BKPH Randudongkal menyatakan bahwa KPH Pekalongan Timur berkomitmen meningkatkan intensitas pembinaan melalui peran mandor sadap, KRPH, serta jajaran BKPH. Pembinaan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas getah pinus tanpa mengabaikan aspek kelestarian tegakan dan kesehatan pohon.
Selain fokus pada aspek produksi, ia juga mengingatkan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja bagi para penyadap, mengingat aktivitas penyadapan dilakukan di kawasan hutan dengan berbagai potensi risiko. Para penyadap diimbau untuk selalu menggunakan alat kerja yang layak serta berhati-hati dalam beraktivitas di lapangan.
Melalui kegiatan pengecekan dan kontrol produksi ini, KPH Pekalongan Timur berharap dapat menjaga stabilitas produksi getah pinus di wilayah BKPH Randudongkal, meningkatkan kualitas hasil sadapan, serta memperkuat sinergi antara manajemen Perhutani dan para penyadap sebagai mitra kerja. Dengan sinergi yang baik, pengelolaan hutan yang produktif, lestari, dan berkelanjutan dapat terus terwujud. (Pkt/Ran)
Editor: Aris
Copyright © 2026