Grobogan – Dalam rangka memastikan akurasi dan kesiapan pelaksanaan tebangan tahun 2026, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melaksanakan kegiatan cutting test pada petak rencana tebangan tahun 2026 yang berlokasi di Petak 105B2, 117C, dan 116B Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Teges, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tumpuk, pada Minggu (09/11).
Kegiatan cutting test diikuti oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tirta dan LMDH Sumber Jati Mulyo, serta tenaga tebang dari masyarakat Desa Tegalrejo yang tergabung dalam kru tenaga tebang lokal. Hadir pula Penguji Kayu Tingkat II Perhutani KPH Purwodadi, Kepala BKPH Tumpuk serta sejumlah mandor tebang BKPH Tumpuk.
Tahun 2026, Perhutani KPH Purwodadi melaksanakan kegiatan tebangan di 224 petak tebangan yang tersebar di seluruh wilayah kerja KPH dengan total rencana volume 17.756,833 m³.
Cutting test merupakan tahapan awal penting dalam pelaksanaan tebangan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pegangan bagi pelaksana tebangan dalam rangka kepentingan monitoring, evaluasi, pengawasan, pengendalian, serta penilaian pelaksanaan tebangan habis jati.
Selain itu, hasil cutting test juga menjadi gambaran produksi yang akan dicapai, meliputi estimasi volume, komposisi jenis kayu, status tegakan, mutu kayu, serta potensi pendapatan yang akan diperoleh.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, melalui Kepala BKPH Tumpuk, Aries Supriyanto, menyampaikan bahwa cutting test merupakan bagian penting dari manajemen produksi hasil hutan Perhutani.
“Cutting test ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memastikan pelaksanaan tebangan tahun 2026 berjalan tertib, efisien, dan sesuai standar. Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam pengawasan dan evaluasi hasil tebangan sehingga target produksi dapat tercapai dengan baik,” jelasnya.
“Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat desa hutan sebagai tenaga tebang, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar sekaligus memperkuat sinergi Perhutani dan LMDH,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala RPH Teges, Subadri, menegaskan bahwa kegiatan cutting test dilaksanakan secara cermat dan transparan untuk menjamin akurasi data di lapangan.
“Tim penguji dan pelaksana di lapangan melakukan pengukuran secara detail agar data volume dan mutu kayu benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan. Hasil cutting test ini menjadi acuan penting bagi keberhasilan produksi kayu tahun 2026,” ungkapnya.
Dari sisi masyarakat, Sutrisno, warga Desa Tegalrejo yang terlibat sebagai tenaga tebang, mengaku bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami warga senang bisa ikut dalam kegiatan ini. Selain memberikan penghasilan tambahan, kami juga jadi lebih paham tentang pentingnya menjaga hutan dan bekerja sesuai aturan Perhutani,” ujarnya.
Dengan terlaksananya kegiatan cutting test ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap pelaksanaan tebangan tahun 2026 dapat berjalan tertib, tepat volume, dan berkelanjutan, serta terus memperkuat kolaborasi antara Perhutani dan masyarakat desa hutan dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang produktif dan lestari. (Mj-Bd)
Editor : Aris