BANYUMAS TIMUR (26/12/2025) | Upaya pemulihan lingkungan terus digencarkan melalui aksi nyata di lapangan. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur menjadi salah satu pihak yang diundang dalam kegiatan penanaman bersama di lahan kritis yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cilacap. Kegiatan bertema Menanam Kebaikan untuk Masa Depan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam, yang dilaksanakan pada Jumat (26/12) di Quarry ABC, Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan.
Lokasi tersebut dipilih karena menjadi perhatian khusus akibat degradasi tutupan vegetasi. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 planlet bibit pohon mahoni ditanam bersama. Mahoni dikenal sebagai tanaman kehutanan yang memiliki nilai ekologis tinggi karena berfungsi memperbaiki struktur tanah, menahan erosi, serta berkontribusi dalam penyerapan karbon dioksida.
Perhutani hadir sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan hutan dan rehabilitasi lahan. Kehadiran Perhutani sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap Polresta Cilacap dalam mendorong peran aktif seluruh elemen untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
Administratur KPH Banyumas Timur melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jatilawang Pratikno menyampaikan bahwa momentum bulan menanam pohon menjadi pengingat pentingnya aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Penanaman ini bukan hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memulihkan lahan kritis. Perhutani sangat mengapresiasi inisiatif Polresta Cilacap yang melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan positif ini,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mendukung program penghijauan dan rehabilitasi hutan dan lahan. Kegiatan penanaman ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Kota Cilacap Komisaris Besar Polisi Budi Adhy Buono menegaskan bahwa penanaman pohon di lahan kritis merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup.
“Melalui kegiatan penanaman 50 bibit mahoni ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam. Sinergi dengan Perhutani menjadi sangat penting agar kegiatan penghijauan berjalan sesuai kaidah teknis dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Selain kegiatan penanaman, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lingkungan. Para peserta diajak untuk memahami pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan, khususnya dalam melindungi masyarakat dari bencana seperti longsor dan banjir. Kolaborasi ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjawab tantangan kerusakan lingkungan yang membutuhkan peran aktif seluruh pihak. (Byt/Mei)
Editor: Aris
Copyright © 2025