MANTINGAN, REMBANG (07/01/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Mantingan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang melaksanakan kegiatan penanaman bersama sebagai upaya mitigasi risiko dan pencegahan tanah longsor di wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Ngiri, Rabu (07/01).
Kegiatan penanaman dilaksanakan di tanah DK di depan Kantor Kepala BKPH Ngiri dengan tujuan mengurangi potensi tanah longsor di sekitar kawasan tersebut. Bibit yang ditanam terdiri atas 150 bibit durian dan 150 bibit jambu. Kegiatan ini melibatkan jajaran Perhutani KPH Mantingan, BPBD Kabupaten Rembang, Pemerintah Desa Sendangmulyo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan Ngiri Sejahtera, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Jawa Tengah, serta masyarakat Desa Sendangmulyo.
Administratur KPH Mantingan Rohasan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan penanaman bersama tersebut. Ia menjelaskan bahwa dalam pengelolaan hutan, Perhutani menerapkan tiga prinsip utama, yaitu Planet, People, dan Profit.
Ia menjelaskan bahwa prinsip Planet berarti menjaga kelestarian hutan dengan melindungi ekosistem, fungsi hidrologi, dan keanekaragaman hayati. Prinsip People diwujudkan melalui keterlibatan masyarakat dalam pelestarian hutan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Sementara itu, prinsip Profit merupakan upaya perusahaan dalam meningkatkan perekonomian melalui pengembangan bisnis, penerapan teknologi, dan tata kelola yang baik.
Lebih lanjut, Rohasan menegaskan bahwa kegiatan penanaman tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, kegiatan penanaman menjadi bagian dari upaya penyelamatan dan pelestarian alam untuk mengantisipasi dampak negatif pengelolaan hutan, seperti banjir dan tanah longsor, serta mencegah pencemaran air dan lingkungan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang Sri Jarwati menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bersama ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor dalam upaya mitigasi risiko bencana tanah longsor. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mampu mengurangi risiko bencana, mengingat Desa Sendangmulyo sebelumnya pernah mengalami kejadian longsor yang menimbun rumah warga. Ia juga berharap tanaman yang telah ditanam dapat dirawat dengan baik agar memberikan manfaat jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Desa Sendangmulyo Bambang Istiyono berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya tanah longsor. Ia berharap melalui kegiatan penanaman tersebut, kelestarian hutan dan lingkungan di Desa Sendangmulyo dapat terus terjaga.
Pendamping dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Jawa Tengah Selamet turut berpesan kepada masyarakat agar tidak hanya menanam, tetapi juga melakukan pemeliharaan secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya perawatan tanaman agar dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat, serta menjadi warisan hutan yang lestari bagi generasi mendatang. (Mnt/Joyo)
Editor: Aris
Copyright © 2026