Dalam upaya menjaga keamanan hutan serta memastikan proses tebangan berjalan sesuai ketentuan, jajaran Perhutani BKPH Jatipohon KPH Purwodadi memperkuat penjagaan di pos tebangan petak 84D RPH Jangglengan, BKPH Jatipohon, pada Senin (26/01). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Perhutani dalam mendukung program Zero Fraud (tanpa kecurangan) pada pelaksanaan tebangan tahun 2026.
Petak 84D merupakan lokasi tebangan jati KPH Purwodadi tahun 2026 dengan luas mencapai 9,8 hektare dan target produksi sebesar 321,756 m³. Pengamanan di lokasi dilaksanakan oleh jajaran petugas BKPH Jatipohon bersama LMDH Jati Makmur Desa Sumberjatipohon. Kegiatan ini meliputi penjagaan pos tebangan, pengawasan keluar masuk hasil tebangan, serta patroli rutin untuk mencegah terjadinya penyimpangan maupun gangguan keamanan hutan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa pengamanan tebangan merupakan bagian penting dari tata kelola hutan yang transparan dan akuntabel.
“Penguatan penjagaan di pos tebangan ini adalah bentuk komitmen Perhutani dalam mendukung Zero Proud. Kami ingin memastikan seluruh proses tebangan berjalan sesuai prosedur, aman, serta bebas dari kecurangan. Sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengamanan hutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala RPH Jangglengan Radik S menjelaskan bahwa petugas di lapangan telah disiagakan secara bergantian untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.
“Petak 84D merupakan salah satu lokasi tebangan strategis tahun ini. Oleh karena itu, kami meningkatkan intensitas patroli dan penjagaan pos tebangan guna memastikan seluruh aktivitas pemanenan kayu jati berjalan tertib dan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Ketua LMDH Jati Makmur Saryono menyatakan dukungan penuh masyarakat desa hutan terhadap langkah Perhutani dalam pengamanan tebangan.
“Kami siap bersinergi dengan Perhutani untuk menjaga keamanan hutan. Keterlibatan LMDH merupakan bentuk tanggung jawab bersama agar hasil hutan dikelola secara jujur, adil, dan bermanfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Melalui penguatan pengamanan ini, Perhutani berharap pelaksanaan tebangan tahun 2026 di wilayah BKPH Jatipohon dapat berjalan lancar, aman, serta mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berintegritas.