Grobogan – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Grobogan melaksanakan pengecekan saluran irigasi yang berada di antara kawasan hutan dan lahan persawahan milik warga di Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, pada Kamis (27/11).
Kegiatan pengecekan bersama tersebut bertujuan memastikan fungsi saluran irigasi tetap berjalan optimal sebagai sumber pengairan bagi sawah masyarakat, sekaligus memastikan keberadaan infrastruktur irigasi tidak mengganggu kelestarian hutan di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tambakselo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karangasem.
Jajaran Perhutani menegaskan bahwa jalur saluran irigasi tersebut berada di luar kawasan hutan negara sehingga tidak berdampak pada tegakan maupun batas-batas kawasan hutan. Selain itu, kondisi irigasi dicek secara menyeluruh agar aliran air menuju areal persawahan tetap lancar dan bermanfaat bagi warga setempat terutama pada musim tanam mendatang.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Karangasem, Sudaryono, menyatakan bahwa Perhutani selalu mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan air irigasi yang baik, selama tetap menjaga kelestarian hutan.
“Kami hadir untuk memastikan pengelolaan sumber daya air ini tidak mengganggu kawasan hutan dan justru memberi manfaat besar bagi petani. Perhutani sangat peduli terhadap kebutuhan masyarakat sekitar hutan, karena keberhasilan pengelolaan hutan juga tidak terlepas dari dukungan warga,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Grobogan Een Endarto, MM, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang baik dengan Perhutani.
“Sinergi seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa infrastruktur irigasi terpelihara dengan baik. Kami berkomitmen terus melakukan pemeliharaan dan perbaikan bila diperlukan demi mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Grobogan,” ujarnya.
Salah satu warga pemilik sawah di Tambakselo, Sumarno, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian pemerintah dan Perhutani dalam menjaga irigasi yang menjadi penopang utama lahan pertaniannya.
“Alhamdulillah irigasi dicek langsung oleh perhutani dan PUPR. Kalau air lancar, kami bisa panen dengan baik. Semoga perhatian ini terus berlanjut,” harapnya. Dengan adanya pengecekan rutin dan koordinasi lintas instansi ini, diharapkan fungsi irigasi di Desa Tambakselo semakin optimal, sehingga produksi pertanian masyarakat dapat meningkat tanpa mengganggu kelestarian kawasan hutan yang harus tetap dijaga bersama. (Mj-A)
Editor : Aris