KEDU SELATAN (24/12/2025) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan, bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Sempor, melaksanakan kegiatan penanaman bersama sebagai upaya reboisasi lahan di Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Sabtu (21/12).
Kegiatan penanaman tersebut diikuti oleh jajaran Polsek Sempor, Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gombong Utara, Camat Sempor, Komando Rayon Militer (Danramil), Kepala Desa Sampang, relawan Desa Sampang, serta masyarakat setempat.
Administratur Perhutani KPH Kedu Selatan melalui Kepala BKPH Gombong Utara, Midin, menyampaikan dukungan terhadap kegiatan penanaman tersebut. Ia menegaskan bahwa Perhutani siap mendukung kegiatan penghijauan atau reboisasi sebagai upaya menjaga ekosistem bumi dan kelestarian lingkungan.
“Perhutani juga aktif melaksanakan kegiatan penanaman di wilayah lain, seperti di Kabupaten Banjarnegara. Sementara di Kabupaten Kebumen, kami terlibat dalam kegiatan penanaman di Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, serta Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar,” ujarnya.
Kepala Kepolisian Sektor Sempor, AKP Wiyono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan kerja sama antara Polsek Sempor, Perhutani BKPH Gombong Utara, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sempor. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan langkah preventif untuk mencegah bencana, khususnya pada musim hujan, mengingat Desa Sampang tergolong wilayah rawan longsor.
AKP Wiyono juga menjelaskan bahwa daerah rawan longsor merupakan wilayah dengan kondisi geografis, geologis, dan hidrologis tertentu yang rentan mengalami pergerakan massa tanah atau batuan. Kondisi tersebut sering dipicu oleh curah hujan tinggi, jenis tanah yang gembur, minimnya vegetasi, serta aktivitas manusia, seperti pembangunan atau pembebanan berlebih.
Lebih lanjut, ia memaparkan ciri-ciri daerah rawan longsor, antara lain kemiringan lereng lebih dari 20 derajat, lapisan tanah pelapukan yang tebal dan gembur di atas batuan, serta adanya retakan pada tebing atau permukaan tanah. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai munculnya mata air atau rembesan air di lereng serta tiang atau bangunan yang terlihat miring.
Pada kegiatan penanaman kali ini, Perhutani menyediakan bibit jati dan albasia. Perhutani berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi mampu menggerakkan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk gemar menanam dan merawat tanaman demi kelestarian lingkungan. (Kds/Rwi)
Editor: Aris
Copyright © 2025