Grobogan – Dalam upaya memperkuat keamanan hutan di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sambirejo, jajaran petugas Perhutani KPH Purwodadi melaksanakan koordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Tawangharjo. Kegiatan tersebut dikemas secara santai melalui pertemuan di sebuah warung kopi, Sabtu (13/12).
Meski berlangsung dalam suasana informal, pertemuan tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk meningkatkan keamanan hutan, khususnya dalam mencegah gangguan keamanan hutan (gukamhut) seperti pencurian kayu, perambahan kawasan hutan, serta potensi konflik sosial di sekitar kawasan hutan. Diskusi juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sebagai aset bersama.
Kepala BKPH Sambirejo bersama jajaran menyampaikan kondisi keamanan hutan terkini serta upaya-upaya yang telah dilakukan, seperti patroli rutin, komunikasi sosial dengan masyarakat desa hutan, dan koordinasi lintas sektor. Sementara itu, Polsek Tawangharjo menegaskan kesiapan aparat kepolisian untuk mendukung pengamanan kawasan hutan melalui sinergi dan respons cepat apabila terjadi gangguan keamanan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Sambirejo, Susilo, menyampaikan bahwa koordinasi dengan aparat kepolisian menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan fungsi hutan.
“Keamanan hutan tidak bisa dijaga sendiri oleh Perhutani. Diperlukan sinergi dengan Polri, TNI, serta dukungan masyarakat sekitar hutan. Melalui komunikasi yang intens dan koordinasi seperti ini, kami berharap upaya pencegahan gangguan keamanan hutan dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Kapolsek Tawangharjo, AKP Sartono, menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan Perhutani BKPH Sambirejo dan menegaskan komitmen Polri dalam mendukung pengamanan kawasan hutan.
“Polsek Tawangharjo siap bersinergi dengan Perhutani dalam menjaga keamanan hutan. Hutan memiliki peran penting bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga pengamanannya menjadi tanggung jawab bersama. Kami juga mendorong masyarakat untuk tidak segan melaporkan apabila melihat aktivitas yang mencurigakan,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari masyarakat sekitar hutan. Salah satu warga desa penyangga hutan BKPH Sambirejo, Sutrisno, mengaku merasa terbantu dengan adanya koordinasi antara Perhutani dan kepolisian. (Komp-PHT/Pwd/Aris).
“Kami sebagai warga merasa lebih aman dan tenang. Kalau hutan terjaga, lingkungan juga tetap lestari dan kami bisa ikut memanfaatkan hasil hutan secara legal. Kami siap membantu menjaga hutan bersama Perhutani dan aparat,” ungkapnya.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan dan komunikasi yang baik dengan semua pihak, Perhutani KPH Purwodadi berharap keamanan hutan di wilayah BKPH Sambirejo dapat terus terjaga, sehingga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi hutan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. (Mj-A)
Editor : Aris