
KENDAL – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal menggelar sosialisasi tanggap bencana kepada mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Sabtu (8/11/2025). Kegiatan ini diselenggarakan bersama Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa Trayu.
Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan selama dua hari di kawasan hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Boja, tepatnya di Desa Trayu, Kecamatan Singorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.Administratur KPH Kendal melalui Kepala BKPH Boja, Moh Abidin, menyatakan Perhutani mendukung kegiatan Mapala di lokasi wisata Goa Kiskendo selama mematuhi aturan yang berlaku.
“Goa Kiskendo menjadi lokasi favorit kegiatan pecinta alam atau pramuka bagi mahasiswa dan pelajar di sekitar Kendal dan Semarang. Kami menghimbau peserta agar mematuhi peraturan dari Perhutani, pemerintah setempat, kepolisian, dan norma masyarakat desa,” ujarnya.
Abidin mengingatkan peserta untuk waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di awal musim penghujan.”Kita harus peka terhadap gejala alam. Misalnya, kondisi mendung di daerah atas sementara wilayah sekitar masih terang bahkan panas. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir bandang dari hulu. Peserta tidak diperbolehkan beraktivitas di sekitar sungai,” imbuhnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Trayu Posek Boja, Aipda Endra Surana Putra, menegaskan pentingnya izin dalam setiap kegiatan Mapala.
“Mengingat kejadian yang baru menimpa mahasiswa UIN Walisongo Semarang, kita perlu waspada. Jangan melakukan aktivitas tanpa izin petugas kepolisian setempat. Jika ada kejadian, segera laporkan ke kantor polisi atau perangkat desa yang berwenang,” tuturnya.
Editor : Aris