
PEKALONGAN TIMUR, PERHUTANI (27/11/2025) │ Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan distribusi hasil hutan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Randudongkal bersinergi dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Rengganis dalam pengawalan rutin angkutan getah karet (langsir getah) di wilayah kerjanya, Rabu (26/11).
Pengawalan ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani bersama masyarakat desa hutan dalam mengelola sumber daya hutan secara transparan, akuntabel, serta mencegah potensi gangguan keamanan selama proses distribusi hasil hutan.
Administratur KPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono melalui Kepala BKPH Randudongkal, Eko Pranoto menegaskan pentingnya pengawasan pada setiap tahapan distribusi getah.
“Pengawalan ini kami lakukan secara berkala untuk memastikan setiap truk pengangkut getah telah melalui prosedur yang benar, dilengkapi dokumen resmi, dan terpantau hingga tujuan akhir. Sinergi ini tidak hanya soal pengamanan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap aset negara,” ungkapnya.
Kegiatan pengawalan dilakukan sejak proses penimbangan hingga tiba di titik kumpul atau pabrik pengolahan. Dalam pelaksanaannya, tim gabungan melibatkan mandor hutan, Polisi Hutan (Polhut), serta Satuan Tugas Keamanan LMDH Rengganis.
Ketua LMDH Rengganis, Sujai, menyampaikan apresiasi atas pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hasil hutan.
“Kami siap mendukung Perhutani dalam menjaga keamanan distribusi produksi getah karet. Selain membantu pengamanan aset negara, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi dan pengalaman bagi masyarakat desa sekitar hutan,” tuturnya.
Sinergi pengawalan distribusi getah ini telah memberikan dampak positif, antara lain:
- Proses lebih Efisien: Distribusi berjalan lancar dan terkoordinasi.
- Minim Gangguan Keamanan: Tidak terdapat laporan penyimpangan atau kehilangan.
- Pemberdayaan Masyarakat: Anggota LMDH mendapat pelatihan dan insentif sebagai bagian pengamanan kawasan hutan.
Melalui kegiatan ini, Perhutani berharap pola kerja sama dengan masyarakat dapat semakin harmonis, produktif, dan menjadi model penerapan tata kelola hasil hutan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa hutan.
Editor : Aris