
KENDAL, PERHUTANI (26/11/2025) │ Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal bersama PT Permada Nusantara Hijau melaksanakan sosialisasi rencana reboisasi pada lahan kompensasi milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang berlokasi di Desa Tampingwinarno, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Rabu (26/11).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Madya Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kepala Seksi Madya Pembinaan Sumber Daya Hutan, Kepala Sub Seksi Hukum Kepatuhan Tenurial Agraria dan Komper, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Besokor, Direktur PT Permada Nusantara Hijau, serta para petani penggarap. Acara diawali dengan pemaparan materi reboisasi dan dilanjutkan sesi diskusi bersama masyarakat.
Administratur KPH Kendal, Muhadi, yang diwakili Kepala Seksi Madya Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Mita Nurdyana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat penggarap terkait status lahan eks PT Sumur Pitu Wringinsari. Lahan tersebut telah resmi ditetapkan sebagai kawasan hutan melalui keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2019 dan pengelolaannya diserahkan kepada Perum Perhutani KPH Kendal.
“Reboisasi akan dilaksanakan oleh PT Semen Indonesia bekerja sama dengan PT Permada Nusantara Hijau sebagai pelaksana. Melalui sosialisasi ini, kita dapat menyamakan persepsi dan menyelaraskan kebutuhan masyarakat penggarap dengan program pemerintah dalam upaya pemulihan lahan,” jelasnya.
Mita menambahkan bahwa keberhasilan reboisasi membutuhkan dukungan semua pihak, terutama masyarakat desa hutan yang berada di sekitar lokasi. “Harapannya, program ini dapat diterima dan didukung bersama sehingga persentase tumbuh tanaman dapat mencapai hasil optimal,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur PT Permada Nusantara Hijau, Teguh Yuwono, meminta dukungan penuh dari jajaran Perhutani dan para petani penggarap agar pelaksanaan reboisasi berjalan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami juga akan melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja tanam sehingga memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi warga Desa Tampingwinarno dan sekitarnya,” ungkap Teguh.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Perhutani berharap program reboisasi dapat berjalan efektif, memberikan dampak positif bagi lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa hutan.
Editor : Aris