SURAKARTA (29/10/2025) | Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah memperingati Hari Ulang Tahun Polisi Kehutanan (Polhut) ke-59 sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam pengamanan hutan di Indonesia. Peringatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel yang digelar di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunegara I Surakarta, Minggu (22/12). Momentum ini menegaskan semangat profesionalisme dan integritas sebagai fondasi utama pengabdian Polhut dalam menjaga kelestarian dan kedaulatan hutan negara.
Apel peringatan HUT Polhut ke-59 tersebut dihadiri Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah, Kepala Tahura KGPAA Mangkunegara I, Kepala Taman Nasional Merbabu dan Merapi, Kepala Departemen Operasi Divisi Regional Jawa Tengah, Administratur KPH Surakarta, jajaran Wakil Administratur, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan Ngargoyoso, komandan regu dan perwakilan Polisi Kehutanan Mobile Divisi Regional Jawa Tengah, perwakilan Polisi Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Masyarakat Peduli Api, serta Mitra Masyarakat Polhut.
Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah menilai bahwa seiring meningkatnya tantangan gangguan keamanan hutan, seperti perambahan, penebangan liar, dan kebakaran hutan, peran Polisi Kehutanan sebagai garda terdepan perlindungan kawasan hutan menjadi semakin strategis. Pada kesempatan tersebut, Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Perum Perhutani menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Polhut atas pengabdian dan dedikasi selama 59 tahun menjaga hutan Indonesia.
Kepala Divisi Regional Jawa Tengah Perum Perhutani, Asep Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia juga mengimbau seluruh petugas Perhutani, khususnya Polisi Kehutanan dan Polisi Kehutanan Mobile, agar senantiasa waspada terhadap potensi gangguan keamanan hutan serta mengedepankan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum apabila terjadi permasalahan di lapangan.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam pengamanan kawasan hutan yang berkelanjutan. Koordinasi dan komunikasi yang baik harus terus diperkuat agar setiap permasalahan dapat ditangani secara tepat dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Pandangan senada disampaikan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah, Darmanta. Ia menegaskan bahwa Polisi Kehutanan memiliki peran vital tidak hanya dalam pengamanan kawasan hutan, tetapi juga dalam perlindungan keanekaragaman hayati. Menurutnya, kolaborasi antara Polhut Perhutani, Polhut konservasi, dan instansi terkait perlu terus diperkuat.
“Hutan merupakan sistem kehidupan. Ketika hutan aman, maka satwa, ekosistem, dan masyarakat sekitar juga terlindungi. Oleh karena itu, kewaspadaan, disiplin, serta komunikasi lintas lembaga harus terus dijaga,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng dan penyampaian sambutan Menteri Kehutanan Republik Indonesia yang menekankan pentingnya peran Polisi Kehutanan sebagai pilar utama perlindungan hutan nasional. Ke depan, Polhut diharapkan semakin solid, adaptif, dan profesional dalam menjaga hutan sebagai warisan strategis bangsa bagi generasi mendatang. (Ska/Mar)
Editor: Aris
Copyright © 2025