
KEDU UTARA – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara mengikuti rapat pembentukan seksi kepengurusan Forum Sinergi Konservasi Lingkungan Hidup serta pembentukan panitia dan penyusunan proposal peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) pada Selasa, 4 November 2025. Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo ini digelar di ruang pertemuan DLH Kabupaten Wonosobo.
Rapat dihadiri oleh berbagai lembaga dan perusahaan dengan tujuan memperkuat koordinasi dalam upaya pelestarian lingkungan, penghijauan, dan penguatan program konservasi di wilayah Wonosobo. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari PT Indonesia Power, PT Geo Dipa Energi Dieng, PT Tirta Investama Wonosobo, Perumda Tirta Aji Wonosobo, CV Mekar Abadi, PT Tambi, serta Perum Perhutani KPH Kedu Utara.
DLH Kabupaten Wonosobo mengajak seluruh peserta untuk bersatu dan berkomitmen dalam menghadapi tantangan lingkungan, khususnya terkait konservasi sumber daya alam, pengelolaan hutan, dan edukasi masyarakat. Forum sinergi ini diharapkan dapat membentuk kerangka kerja kolaboratif yang memperkuat gerakan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Kepala DLH Kabupaten Wonosobo, Endang Lusdiyaningsih, mengapresiasi kehadiran seluruh pihak yang telah aktif berkontribusi dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan, termasuk Perhutani yang langsung terlibat dalam pengelolaan kawasan hutan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang telah hadir dan senantiasa bersinergi dalam program-program lingkungan di Kabupaten Wonosobo. Kolaborasi seperti ini sangat vital untuk menjamin keberlanjutan alam dan kehidupan masyarakat,” katanya.
Mewakili Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, Kepala BKPH Wonosobo, Yossy Elfirani, menyatakan kesiapan Perhutani untuk mendukung setiap program yang berorientasi pada kelestarian hutan dan keberlanjutan lingkungan hidup.
“Perhutani tidak hanya bertugas mengelola kawasan hutan, tetapi juga berkomitmen menjaga keberlanjutan ekosistem bersama para pemangku kepentingan. Kami menyambut positif forum sinergi ini sebagai wadah kolaborasi dalam merancang kegiatan konservasi maupun peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia,” jelasnya.
Dari pertemuan ini, terbentuk struktur awal seksi kepengurusan Forum Sinergi Konservasi Lingkungan Hidup serta panitia pelaksana HMPI yang akan mengkoordinasikan penyusunan proposal dan teknis kegiatan penanaman pohon. Program ke depan akan difokuskan pada edukasi lingkungan, penghijauan di area rawan bencana, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan sektor swasta demi mewujudkan kelestarian hutan dan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat saat ini dan generasi yang akan datang.
Editor : Aris