
BANYUMAS BARAT, PERHUTANI (15/10/2025) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rawa Timur melaksanakan kegiatan penanaman bersama mangrove di kawasan hutan Petak 57 RPH Tritih, sebagai bagian dari program nasional “Mageri Segoro” yang bertujuan memperkuat ketahanan pesisir dan pelestarian ekosistem mangrove pada (15/10).
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkompinda Kabupaten Cilacap, serta dari internal Perhutani hadir Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan (SDH) Taufik, Kepala Subseksi Tanaman Purwanto, didampingi oleh Kepala BKPH Rawa Timur, Kusnadi, beserta jajarannya.
Penanaman mangrove ini dilakukan sebagai upaya rehabilitasi kawasan pesisir yang tergerus abrasi, sekaligus membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hutan mangrove sebagai benteng alami terhadap bencana dan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan bahwa program Mageri Segoro merupakan bentuk nyata sinergi lintas sektor dalam menjaga pesisir melalui pendekatan berbasis vegetatif dan partisipatif.
“Mangrove bukan hanya pelindung pantai, tapi juga rumah bagi berbagai keanekaragaman hayati. Kami mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama menjaga dan merawat kawasan ini,” ujarnya.
Senada, Kepala BKPH Rawa Timur Kusnadi menjelaskan bahwa kawasan Petak 57 RPH Tritih memang menjadi salah satu titik prioritas rehabilitasi karena tekanan abrasi yang cukup tinggi. “Kami berharap dengan penanaman bersama ini akan tumbuh semangat kolektif untuk merawatnya. Perhutani siap memfasilitasi dan mendampingi kelompok masyarakat yang ingin berperan dalam kegiatan ini,” tambahnya.
Turut hadir pula Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI Purwokerto, Supriyanto, S.Hut., M.Si, yang memberikan dukungan langsung terhadap kegiatan ini.
Sementara itu, Supriyanto, Kepala CDK VI Purwokerto, menegaskan bahwa sinergi antara Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan rehabilitasi hutan pesisir.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. CDK akan terus mendorong keterlibatan aktif semua pihak dalam program penghijauan, khususnya di wilayah pesisir yang kini semakin rentan terhadap perubahan iklim dan abrasi,” tegasnya
Sementara itu, perwakilan Forkompinda Kabupaten Cilacap menyatakan dukungannya terhadap program ini dan berharap penanaman mangrove menjadi agenda rutin kolaboratif.
Kegiatan diakhiri dengan penanaman mangrove secara simbolis oleh seluruh peserta. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mendukung perlindungan kawasan pesisir dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.Kegiatan ditutup dengan aksi tanam mangrove oleh seluruh peserta secara simbolis dan gotong royong, menciptakan suasana kebersamaan yang kuat antar instansi dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.