KEDU SELATAN, (03/02/2026) | Dalam rangka persiapan pelaksanaan Tebangan A2 Pinus Tahun 2026, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan melaksanakan kegiatan cutting test sebagai tahapan teknis untuk mengetahui perkiraan capaian produksi pada akhir kegiatan tebangan, perhitungan volume kayu, serta kesiapan tenaga kerja di lapangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Petak 18 D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bogangin, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gombong Utara, Senin (02/02).
Kegiatan cutting test tersebut dihadiri Wakil Administratur Perhutani KPH Kedu Selatan Ahmad Marzuki, Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gombong Utara Midin, Penguji Kayu Sutrisno, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Bogangin Tarno, serta diikuti seluruh mandor dan tenaga blandong yang akan terlibat dalam kegiatan tebangan tahun berjalan.
Wakil Administratur Perhutani KPH Kedu Selatan Ahmad Marzuki menyampaikan bahwa kegiatan cutting test bertujuan untuk memastikan akurasi volume dan ukuran kayu sekaligus menguji serta mengukur hasil Tebangan A2 Pinus agar volume dan sortimen kayu sesuai dengan perencanaan. Dengan demikian, dapat diperoleh gambaran kemampuan capaian produksi pada petak tersebut hingga akhir kegiatan tebangan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi acuan bagi mandor tebang dalam pelaksanaan penebangan, termasuk dalam menentukan batas keprasan, cabang, dan tonjolan sehingga kualitas kayu yang dihasilkan dapat optimal. Selain itu, cutting test juga bertujuan memastikan proses tebangan mematuhi standar operasional prosedur serta standar nasional yang berlaku di lapangan, di antaranya SNI 8911-2020.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya tertib administrasi, baik pada bontos kayu maupun blangko DK, sebelum kayu keluar dari kawasan hutan. Hal tersebut diperlukan untuk menghindari terjadinya permasalahan di kemudian hari.
Kegiatan cutting test dilaksanakan dengan melakukan penebangan contoh pada beberapa pohon pinus yang telah ditentukan. Proses penebangan dilakukan oleh tenaga blandong di bawah pengawasan langsung mandor tebang, dengan tahapan mulai dari persiapan alat, teknik rebah pohon yang benar untuk menghindari pecah banting, pemotongan batang, hingga pengukuran dimensi kayu. Seluruh tahapan tersebut diamati dan dievaluasi bersama.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan seluruh unsur pelaksana di lapangan memiliki pemahaman yang sama terkait teknik dan standar Tebangan A2 Pinus Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan tebangan di Petak 18 D RPH Bogangin BKPH Gombong Utara KPH Kedu Selatan secara optimal, aman, selamat, dan bertanggung jawab. (Kds/Bhs)
Editor: Aris
Copyright © 2026