KEDU UTARA, SEMARANG (02/04/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara melaksanakan rapat koordinasi bersama para pengelola basecamp pendakian dan pengelola objek wisata yang akan dilalui dalam rute lari ajang Semarang Mountain Race yang dijadwalkan berlangsung pada 10–12 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Wisata Alam Perantunan pada Senin (30/03).
Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi antar pihak, khususnya terkait pengelolaan jalur yang melintasi kawasan wisata berbayar dan basecamp pendakian. Adapun rute yang akan dilalui peserta lomba mencakup jalur pendakian Gunung Ungaran via Perantunan, jalur Gunung Ungaran via Mawar, serta kawasan Wisata Alam Curug Lawe–Benowo Kalisidi.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Perhutani, pengelola basecamp Perantunan, basecamp Mawar, serta pengelola Curug Lawe–Benowo Kalisidi. Dalam forum tersebut, masing-masing pihak menyampaikan pandangan dan masukan terkait teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk pengaturan akses peserta, sistem tiket, pengamanan jalur, hingga pengelolaan sampah selama kegiatan berlangsung.
Administratur KPH Kedu Utara melalui Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Maria Heny Sustikarini menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, serta tetap memperhatikan kelestarian kawasan hutan dan kenyamanan pengunjung wisata lainnya.
“Melalui rapat koordinasi ini, Perhutani ingin menyamakan persepsi seluruh pihak terkait, mengingat jalur yang dilalui merupakan kawasan wisata berbayar dan jalur pendakian aktif. Harapannya, pelaksanaan Semarang Mountain Race dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas wisata maupun pendakian,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Perhutani menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, khususnya dalam pengendalian jumlah peserta di jalur, pengamanan kawasan, serta pengelolaan sampah. Selain itu, edukasi kepada peserta terkait etika beraktivitas di kawasan hutan juga menjadi perhatian utama.
Perwakilan pengelola basecamp Perantunan Dwi Purnomo menyambut baik adanya koordinasi ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu dalam menyatukan pemahaman antar pengelola, terutama terkait mekanisme akses masuk peserta lomba yang melintasi kawasan wisata berbayar.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini, namun perlu pengaturan yang jelas terkait sistem masuk peserta agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan, baik bagi peserta maupun pengunjung umum,” ungkapnya.
Perwakilan basecamp Mawar Zarfagun juga menekankan pentingnya komunikasi teknis di lapangan saat pelaksanaan. Ia berharap seluruh panitia dan pengelola dapat berkoordinasi secara intensif untuk mengantisipasi potensi kepadatan di jalur pendakian.
Sementara itu, pengelola Curug Lawe–Benowo Kalisidi Muhajirin menyoroti pentingnya pengelolaan dampak lingkungan, terutama terkait sampah yang berpotensi meningkat selama kegiatan berlangsung. Ia berharap panitia dapat menyediakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan melibatkan peserta secara aktif.
“Kami berharap ada komitmen bersama untuk menjaga kebersihan kawasan, karena lokasi ini merupakan destinasi wisata alam yang sensitif terhadap pencemaran,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama serta komitmen bersama dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan Semarang Mountain Race 2026. Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana promosi wisata alam berbasis kelestarian lingkungan di kawasan Gunung Ungaran. (Kdu/Nurul)
Editor: Aris
Copyright © 2026