KENDAL(08/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal menggelar kegiatan syukuran sebelum pelaksanaan tebangan habis (A.2) bersama tenaga kerja di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Subah, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Subah, Kabupaten Batang, Kamis (08/01).
Kegiatan syukuran tersebut dihadiri Asisten Perhutani BKPH Subah, Penguji Tingkat I KPH Kendal, Kepala RPH Jatisari Utara, mandor tebang, serta para tenaga kerja kru tebangan. Produksi kayu awal tahun 2026 di wilayah BKPH Subah dimulai dengan tebangan A.2 di petak 58 C seluas 3,2 hektare yang masuk wilayah administrasi Desa Kalimanggis, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.
Administratur KPH Kendal, Muhadi, secara terpisah menyampaikan bahwa Perhutani akan melaksanakan tebangan habis (A.2) di beberapa lokasi wilayah kerja KPH Kendal. Menurutnya, sebelum kegiatan tebangan dimulai, biasanya diawali dengan kegiatan tasyakuran.
“Kegiatan tasyakuran ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rezeki kepada kita semua dan Perhutani pada umumnya. Semoga dalam pelaksanaan tebangan habis A.2, seluruh petugas dan kru tebangan diberikan kesehatan dan kelancaran sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik,” harapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pekerjaan tebangan memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Oleh karena itu, seluruh jajaran BKPH Subah diminta untuk selalu mengedepankan aspek keselamatan kerja serta meningkatkan kewaspadaan selama kegiatan berlangsung.
Asisten Perhutani BKPH Subah, Budi Karyanto, menyampaikan bahwa kegiatan syukuran merupakan wujud rasa syukur atas kesehatan dan keselamatan yang diberikan sehingga seluruh pekerja dapat menjalankan aktivitas seperti biasa. Sebagai masyarakat Jawa, kami juga tetap melestarikan budaya slametan sebelum melaksanakan suatu pekerjaan besar. Ini merupakan bentuk doa agar pekerjaan berjalan lancar dan aman, ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tebangan memiliki risiko tinggi sehingga seluruh kru diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang telah disediakan serta bekerja dengan penuh kehati-hatian untuk meminimalkan potensi kecelakaan kerja.
Sementara itu, Operator Chainsaw, Sigit, menyampaikan bahwa kegiatan syukuran merupakan tradisi yang dianggap penting oleh para pekerja. Kami berharap seluruh pekerja diberikan kesehatan dan keselamatan hingga kegiatan penebangan dapat diselesaikan dengan aman dan lancar, ungkapnya.
Melalui kegiatan syukuran ini, diharapkan seluruh pihak senantiasa bersyukur atas rezeki yang diberikan Tuhan melalui alam serta dapat melaksanakan kegiatan tebangan dengan aman dan bertanggung jawab. (Knd/Mwn)
Editor: Aris
Copyright © 2026