KENDAL (18/12/2025) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal, terus aktif bersinergi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Dinas Pertanian, dalam melakukan pengecekan dan monitoring tanaman padi Situ Bagendit atau padi gogo di kawasan hutan. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sojomerto Timur, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Rabu (17/12).
Perhutani, bersama PPL, melakukan pengecekan langsung ke lokasi penanaman padi gogo, tepatnya di Petak 53, RPH Sojomerto Timur, yang berada dalam kawasan hutan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan hutan oleh Perhutani, tidak hanya berorientasi pada hasil kayu, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan pangan dan perekonomian. Kawasan hutan dimanfaatkan sebagai ruang hidup yang produktif dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Administratur KPH Kendal melalui Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sojomerto, Setijo Darmo menyampaikan bahwa Perhutani, mendukung penuh program ketahanan pangan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui penerapan pola agroforestry, yang mengombinasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pangan.
“Perhutani, berkomitmen mendukung ketahanan pangan nasional melalui skema agroforestry, yakni mengintegrasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pangan agar lahan hutan tetap produktif tanpa mengabaikan kelestariannya,” jelasnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan, Sri Martini, menjelaskan bahwa kawasan hutan memiliki potensi cukup luas untuk pengembangan padi gogo melalui pola agroforestry. Menurutnya, padi gogo memiliki sejumlah keunggulan karena mampu tumbuh di lahan kering.
“Kondisi kawasan hutan yang cenderung kering sangat sesuai untuk pengembangan padi gogo. Pemanfaatan ruang di bawah tegakan hutan dengan komoditas yang tepat menjadi peluang besar dalam mendukung ketahanan pangan,” ungkapnya.
Ia, menambahkan bahwa kegiatan bersama ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui hasil panen padi gogo di lahan kering dengan pola agroforestry atau tumpangsari antara tanaman kehutanan dan tanaman pangan.
Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Trimulyo, Desa Triharjo, Sobirin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perhutani dan PPL atas pendampingan yang dilakukan melalui pengecekan dan pemantauan perkembangan tanaman padi gogo di lahan agroforestry.
“Kami berterima kasih atas pendampingan yang dilakukan. Monitoring ini penting untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan sehat dan seragam, serta untuk mengendalikan serangan hama. Pengawasan dilakukan sejak persiapan lahan, perawatan, hingga keamanan tanaman agar hasil panen dapat maksimal,” ujarnya.
Melalui sinergi ini, Perhutani, bersama para pemangku kepentingan berharap pengembangan padi gogo di kawasan hutan dapat terus berjalan optimal, mendukung ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan. (Knd/Tmy)
Editor: Aris
Copyright © 2025