MANTINGAN, REMBANG RAYA (01/02/2026) | Dalam upaya menjaga keamanan hutan serta memastikan proses tebangan berjalan sesuai ketentuan, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan melakukan pengawalan dan memperkuat penjagaan ketat selama proses tebangan di wilayah Bagian Kawasan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalinanas, Minggu (01/02).
Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedungbacin merupakan wilayah BKPH Kalinanas yang masih memiliki potensi tebangan terbesar dibandingkan RPH lainnya. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan penjagaan ketat guna mendukung kegiatan tebangan agar dapat mencapai target yang telah ditentukan. Kegiatan pengamanan dipimpin langsung oleh Wakil Administratur KPH Mantingan Arif Yudiarko, diikuti Kepala BKPH Kalinanas Suroto, segenap pasukan Polisi Hutan Mobile (Polhutmob) KPH Mantingan, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sumber Urip.
Wakil Administratur KPH Mantingan Arif Yudiarko menyampaikan bahwa pengamanan tebangan merupakan bagian penting dari tata kelola hutan yang transparan dan akuntabel. Oleh sebab itu, diperlukan pengawalan khusus agar hasil produksi dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
“Penguatan penjagaan yang melibatkan jajaran pasukan Polhutmob dan LMDH merupakan bentuk komitmen Perhutani dalam mendukung program Zero Fraud. Kami ingin memastikan seluruh proses tebangan berjalan sesuai prosedur, aman, serta bebas dari kecurangan. Sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengamanan hutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BKPH Kalinanas Suroto menjelaskan bahwa petugas di lapangan telah disiagakan secara bergantian untuk memastikan pengawasan berjalan maksimal dan optimal.
“RPH Kedungbacin merupakan wilayah yang memiliki potensi tebangan besar pada tahun ini. Oleh karena itu, kami meningkatkan intensitas patroli serta penjagaan proses tebangan guna memastikan seluruh aktivitas pemanenan kayu jati berjalan tertib dan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Ketua LMDH Sumber Urip Sarbini menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan Perhutani dalam melaksanakan pengelolaan hutan, mulai dari kegiatan penanaman, pemeliharaan, keamanan, hingga tebangan.
“Kami siap bersinergi dengan Perhutani untuk menjaga keamanan hutan. Keterlibatan LMDH merupakan bentuk tanggung jawab bersama agar hasil hutan di wilayah LMDH Sumber Urip dapat dikelola secara jujur, adil, dan bermanfaat bagi semua pihak,” ujarnya.
Melalui penguatan pengamanan ini, Perhutani berharap pelaksanaan tebangan tahun 2026 di wilayah BKPH Kalinanas dapat berjalan lancar, aman, serta mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berintegritas. (Mnt/Joyo)
Editor: Aris
Copyright © 2026