Grobogan – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional tahun 2026. Hal itu diwujudkan melalui partisipasi dalam kegiatan penanaman tebu bersama yang dilaksanakan di lahan Gapoktan Mitra Tani, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, pada Selasa (02/12).
Kegiatan ini digelar oleh Sekretariat Direktorat Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian RI sebagai bagian dari pengembangan kawasan tebu di Kabupaten Grobogan. Penanaman tersebut menjadi langkah strategis memperluas areal tebu sekaligus meningkatkan produktivitas gula nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BKPH Bandung Sri Purwanto mewakili Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Perwakilan Sekretariat Direktorat Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Kukuh Prasetyo Rusady, Direktur Utama PT. Sinergi Gula Nusantara, General Manager PG Sragi, GM PG Rendeng, GM PG Trangkil, GM PG Mojo, GM PG Gendis Multi Manis, GM PG Djombang Baru, Camat Ngaringan, Danramil Ngaringan, Kapolsek Ngaringan, Ketua KPTR Tani Makmur, Kepala Desa Bandungsari, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Bandungsari, serta perwakilan penyuluh pertanian dari beberapa kecamatan di Grobogan. Jajaran pengurus dan anggota Gapoktan Mitra Tani sebagai pelaksana lapangan juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Bandung, Sri Purwanto, menyampaikan bahwa dukungan terhadap program ketahanan pangan, khususnya komoditas tebu, merupakan komitmen Perhutani dalam pemanfaatan lahan hutan yang produktif namun tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Perhutani mendukung penuh pengembangan kawasan tebu ini. Kami yakin bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, pemanfaatan lahan secara terencana tetap memperhatikan aspek kelestarian hutan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusady, menyampaikan bahwa Grobogan menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam menyuplai bahan baku tebu nasional.
“Kabupaten Grobogan terus berupaya meningkatkan kontribusi terhadap produksi gula nasional. Dengan dukungan semua pihak, termasuk Perhutani dan pabrik gula, kami optimis mampu mendukung target swasembada gula tahun 2026,” ungkapnya.
Kepala Desa Bandungsari, Ledy Haryanto, memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokasi pengembangan tebu.
“Masyarakat kami menyambut baik program ini. Selain membuka peluang usaha, penanaman tebu akan meningkatkan kesejahteraan petani dan memajukan perekonomian desa,” tuturnya.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, diharapkan pengembangan kawasan tebu di Grobogan dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas produksi gula nasional. Sejalan dengan hal tersebut, Perhutani akan terus memperkuat sinergi bersama masyarakat, pemerintah, dan para pelaku industri gula tanah air. (Mj-A)
Editor : Aris