Grobogan – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melalui jajaran BKPH Bandung menggelar kegiatan komunikasi sosial bersama warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, pada Minggu (29/12). Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga kelestarian hutan di wilayah RPH Bandung, BKPH Bandung.
Kegiatan komunikasi sosial tersebut diikuti oleh warga masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tanjungharjo Manunggal serta para pesanggem yang selama ini beraktivitas di kawasan hutan. Dalam kegiatan tersebut, Perhutani menyampaikan berbagai materi terkait peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan hutan, pencegahan gangguan keamanan hutan (gukamhut), serta pengelolaan hutan yang berkelanjutan agar tetap memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Bandung, Sri Purwanto, menyampaikan bahwa komunikasi sosial merupakan salah satu upaya Perhutani untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar hutan.
“Perhutani tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kelestarian hutan. Melalui komunikasi sosial ini, kami mengajak masyarakat, khususnya anggota LMDH dan pesanggem, untuk bersama-sama menjaga hutan agar tetap lestari dan produktif. Kelestarian hutan adalah tanggung jawab bersama demi keberlanjutan manfaat bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” ujar Sri Purwanto.
Ia juga menambahkan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga tanaman muda, mencegah kebakaran hutan, serta melaporkan apabila ditemukan potensi gangguan keamanan hutan.
Sementara itu, Ketua LMDH Tanjungharjo Manunggal, Supadi, menyambut baik kegiatan komunikasi sosial yang dilaksanakan oleh Perhutani. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan.
“Kami dari LMDH Tanjungharjo Manunggal sangat mendukung program Perhutani. Dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat semakin paham bahwa hutan harus dijaga bersama. Hutan yang lestari akan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan,” ungkap Supadi.
Senada dengan hal tersebut, salah satu pesanggem yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Perhutani dalam melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kami sebagai pesanggem merasa dilibatkan dan diperhatikan. Dengan arahan dari Perhutani, kami jadi lebih memahami cara mengelola lahan garapan tanpa merusak hutan. Kami siap ikut menjaga keamanan dan kelestarian hutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan komunikasi sosial ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap terjalin hubungan yang semakin harmonis dengan masyarakat sekitar hutan, serta tercipta komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan di wilayah BKPH Bandung secara berkelanjutan.
Editor : Aris