Dalam rangka memastikan kegiatan produksi berjalan sesuai dengan ketentuan serta mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan tebangan jati di Petak 84D RPH Jangglengan, BKPH Jatipohon, pada Jumat (30/01).
Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut diikuti oleh Tim K3 KPH Purwodadi, jajaran BKPH Jatipohon, serta kru tebangan yang berasal dari warga masyarakat sekitar hutan. Monev dilakukan untuk mengecek secara langsung pelaksanaan tebangan di lapangan, mulai dari penerapan standar operasional prosedur (SOP), penggunaan alat pelindung diri (APD), kondisi lingkungan kerja, hingga ketertiban dan keamanan kegiatan tebangan.
Administratur KPH Purwodadi melalui Kepala BKPH Jatipohon, Tutut Sugianto, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga keselamatan pekerja serta kelestarian hutan.
“Monitoring dan evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan bahwa kegiatan tebangan jati berjalan sesuai aturan, aman bagi pekerja, serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan langsung kepada kru tebangan agar selalu bekerja dengan tertib dan mengutamakan aspek K3,” ujar Tutu.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi K3 dan Lingkungan KPH Purwodadi, Gonang, menegaskan pentingnya penerapan K3 dalam setiap kegiatan operasional di lapangan.
“Kami terus mengingatkan agar seluruh kru tebangan menggunakan APD secara lengkap dan bekerja sesuai prosedur. Keselamatan kerja adalah prioritas utama, karena dengan kondisi kerja yang aman maka produktivitas juga dapat meningkat,” jelasnya.
Salah satu kru tebangan, Marmin, mengaku menyambut baik adanya kegiatan monitoring dan evaluasi dari Perhutani.
“Dengan adanya pendampingan dan pengawasan ini, kami jadi lebih paham cara kerja yang aman dan benar. Kami merasa diperhatikan, sehingga bisa bekerja dengan lebih tenang dan nyaman,” ungkap Marmin.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Perhutani KPH Purwodadi berharap pelaksanaan tebangan jati dapat berjalan lancar, aman, dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat sekitar hutan.